Muhammad Nazarudin Latief
21 Januari 2021•Update: 22 Januari 2021
JAKARTA
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,75 persen.
BI juga menetapkan suku bunga deposito facility tetap 3 persen, dan suku bunga lending facility 4,5 persen.
“Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya mendukung pemulihan ekonomi,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis.
BI, kata Perry juga akan memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional.
Sinergi tersebut antara lain pembukaan sektor-sektor ekonomi produktif dan aman, akselerasi stimulus fiskal, penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, melanjutkan stimulus moneter dan makroprudensial, serta mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan.
BI memperkirakan pemulihan perekonomian global berlanjut pada tahun ini.
Hal ini menurut Perry didorong program vaksinasi Covid-19 yang sudah bergulir di banyak negara dan keberlanjutan stimulus kebijakan fiskal serta moneter.
Pemulihan ini, menurut Perry, ditopang oleh China dan Amerika Serikat (AS), serta sejumlah negara maju seperti Eropa dan Jepang, dan negara berkembang seperti India dan ASEAN.
Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur dan jasa di AS, China, dan India melanjutkan fase ekspansi.
Selain itu, keyakinan konsumen, terutama di China dan Eropa, juga terus membaik, dan keyakinan bisnis di banyak negara melanjutkan peningkatan.
“Perbaikan ekonomi global tersebut mendorong berlanjutnya kenaikan volume perdagangan dan harga komoditas dunia,” ujar dia.