Muhammad Abdullah Azzam
02 Februari 2018•Update: 02 Februari 2018
Betul Yuruk
PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
Perwakilan tetap Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley menentang laporan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) yang menyatakan bahwa 206 perusahaan memiliki hubungan dengan pembangunan pemukiman Israel yang tidak sah.
Haley menyalahkan Dewan HAM PBB yang telah menyetujui penyusunan laporan tersebut. Haley juga menyebut Komisaris Tinggi HAM “telah melampaui batas tugasnya”.
Haley mengungkapkan bahwa konten laporan PBB itu mengandung “unsur anti-Israel” dan ''pemborosan waktu dan sumber daya.”
Nikki Haley merupakan diplomat AS yang paling banyak mendukung kebijakan pemerintahan Trump terkait Israel.
Komisaris Tinggi PBB untuk HAM mengutarakan melalui laporan yang dirilisnya, lebih dari 200 perusahaan terlibat dalam pembangunan pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat, Israel.
Pada laporan itu tak disebutkan nama-nama perusahaan yang diduga telah berkontribusi dalam membantu Israel merampas tanah milik warga Palestina dan eksploitasi sumber daya alam milik Palestina.
Sebanyak 143 dari perusahaan-perusahaan tersebut berada di Israel, 22 perusahaan di AS, sementara sisanya terdapat di 19 negara lainnya, termasuk Jerman, Inggris, Perancis dan Belanda.