Dunia, Ekonomi

AS siapkan RUU tarif tekan negara yang impor minyak Rusia

Trump menyebut rancangan tersebut sebagai “legislasi yang hebat” dan akan segera dibahas di Kongres AS

Ahmet Salih Alacaci  | 05.01.2026 - Update : 06.01.2026
AS siapkan RUU tarif tekan negara yang impor minyak Rusia Presiden AS Donald Trump berjalan menuju Gedung Putih setelah tiba dari Palm Beach, Florida, di Washington, DC, Amerika Serikat, pada 4 Januari 2026. (Celal Gunes - Anadolu)

WASHINGTON

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahannya tengah menyiapkan rancangan undang-undang yang memungkinkan penerapan tarif terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Rusia, sebagai bagian dari upaya menekan Moskow terkait perang di Ukraina.

Berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (5/1), Trump menyebut rancangan tersebut sebagai “legislasi yang hebat” dan akan segera dibahas di Kongres AS.

“Kami bisa menaikkan tarif terhadap mereka dengan sangat cepat,” kata Trump saat kembali ke Gedung Putih dari resor pribadinya di Mar-a-Lago, Florida.

Trump merujuk antara lain pada India, yang pada Agustus lalu dikenai kenaikan tarif oleh AS hingga 50 persen terkait perdagangan minyaknya dengan Rusia. Washington menentang pembelian minyak tersebut karena dinilai menopang pendanaan perang Moskow.

Dalam penerbangan yang sama, Senator Lindsey Graham turut menjelaskan rincian usulan legislasi tersebut. Menurutnya, pembelian minyak Rusia menjadi faktor utama yang menjaga kelangsungan mesin perang Moskow.

“India kini membeli jauh lebih sedikit minyak Rusia,” ujar Graham, seraya menambahkan bahwa pendapatan dari sektor energi digunakan Rusia untuk membiayai perang.

Trump juga menilai kondisi ekonomi Rusia berada dalam keadaan buruk. Rusia kini memasuki hampir tahun keempat perang dengan Ukraina dan terus menghadapi sanksi dari negara-negara Barat.

Pemerintahan Trump menyatakan tekanan terhadap Rusia dimaksudkan untuk mendorong penyelesaian konflik Rusia-Ukraina. Upaya tersebut mencakup pertemuan antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Florida pada bulan lalu.

Tak lama setelah pertemuan itu, Rusia menuduh Ukraina melancarkan serangan drone terhadap sebuah kediaman yang digunakan Presiden Rusia Vladimir Putin di wilayah Novgorod, Rusia barat laut. Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh Kyiv.

Trump sebelumnya sempat menyatakan kemarahannya atas dugaan serangan tersebut. Namun, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) kemudian menyampaikan penilaian bahwa klaim Rusia tersebut tidak benar.

Presiden AS mengatakan pada Minggu bahwa ia tidak percaya serangan tersebut benar-benar terjadi. “Saya tidak percaya serangan itu terjadi,” ujarnya.

Menurut Trump, memang ada insiden di lokasi yang berdekatan, tetapi tidak terkait dengan kediaman presiden Rusia. Ia menambahkan otoritas AS telah memverifikasi kebenaran tuduhan tersebut.

“Kami hanya berharap Rusia dan Ukraina bisa menyelesaikan konflik ini,” kata Trump.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.