AS klaim telah serang lebih dari 5.500 target di Iran
Komandan CENTCOM menyebut kemampuan Iran melakukan serangan balasan telah menurun signifikan
WASHINGTON
Militer Amerika Serikat menyatakan telah menyerang lebih dari 5.500 target di wilayah Iran sejak operasi militer terhadap negara tersebut dimulai, termasuk puluhan kapal perang dan fasilitas rudal.
Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper menyampaikan hal itu dalam pesan video yang diunggah di platform media sosial X pada Rabu (11/3).
“Setiap hari kami menyerang keras rudal balistik dan drone Iran. Hingga saat ini kami telah menyerang lebih dari 5.500 target di dalam Iran, termasuk lebih dari 60 kapal, dengan berbagai sistem senjata presisi,” kata Cooper.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran. Operasi militer tersebut kemudian memicu serangan balasan Iran menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Cooper mengatakan intensitas serangan Amerika Serikat meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan gelombang serangan yang diluncurkan hampir setiap jam dari berbagai arah menuju wilayah Iran.
Ia juga menyebut pasukan Amerika Serikat telah menghancurkan kapal perang terakhir dari kelas Soleimani milik Iran.
“Kami juga menghancurkan kapal perang terakhir dari empat kapal kelas Soleimani. Artinya seluruh kelas kapal Iran itu kini tidak lagi terlibat dalam pertempuran,” ujarnya.
Pernyataan Cooper disampaikan sehari setelah Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan bahwa Selasa (10/3) menjadi hari paling intens dalam rangkaian serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
Menurut Cooper, serangan berkelanjutan tersebut telah secara signifikan mengurangi kemampuan Iran untuk melakukan serangan balasan.
Selain menargetkan rudal dan drone, militer Amerika Serikat juga menyerang infrastruktur produksi militer Iran guna mencegah potensi ancaman di masa depan.
“Kami secara sistematis membongkar kemampuan mereka dengan menyerang rudal dan drone Iran sekaligus menargetkan basis industri pertahanan mereka,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pasukan pembom Amerika Serikat baru-baru ini juga menyerang fasilitas besar produksi rudal balistik milik Iran.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perang melawan Iran akan segera berakhir karena menurutnya “hampir tidak ada lagi target yang tersisa untuk diserang”.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
