Astudestra Ajengrastrı
22 Agustus 2018•Update: 23 Agustus 2018
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis pada Selasa sekali lagi mengutuk penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al-Assad di Suriah.
Dalam pernyataan bersama ketiga pemimpin negara untuk memperingati tahun kelima serangan gas sarin Ghouta di Damaskus yang menewaskan ratusan orang, ketiga negara berkata sejak 2012 rezim masih terus menggunakan senjata kimia dalam serangan militer, tak hanya di Ghouta namun juga di Khan Sheikhoun, Ltamenah, Saraqib, dan Douma.
Setidaknya 100 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam serangan dengan senjata kimia pada April 2017 di Khan Sheikhoun di sebelah barat Provinsi Idlib.
"Sebagai Anggota Permanen Dewan Keamanan PBB, kami menegaskan kembali sikap kami yang meminta penghentian penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah, dan menuntut pertanggungjawaban mereka karena telah menggunakannya," tukas pernyataan itu.
AS, Inggris dan Prancis berkata posisi mereka atas penggunaan senjata kimia oleh rezim tak berubah.
"Seperti yang kami perlihatkan, kami akan merespons dengan sepantasnya jika penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah tetap berlanjut, yang telah memberikan dampak kemanusiaan parah untuk populasi Suriah," lanjut pernyataan itu.
Ketiga pemerintahan juga menyambut baik keputusan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) pada Juni untuk menunjuk siapa yang berada di balik serangan beracun di Suriah, berkata "ini akan memastikan pelaku pengguna senjata kimia di Suriah tidak menghindar dari identifikasi.
"Kami tetap berkomitmen untuk memberi keadilan untuk para korban penggunaan senjata kimia," ujar mereka.
Mereka juga menyatakan kekhawatiran mereka atas serangan militer oleh rezim Suriah kepada penduduk sipil di Idlib, dan dampak kemanusiaan yang mengikutinya.
"Kami meminta para pendukung rezim Assad menggunakan pengaruh mereka untuk menegakkan norma-norma global menentang penggunaan senjata kimia."
Mereka juga meminta komunitas internasional untuk mendukung upaya mengakiri penggunaan senjata kimia oleh Suriah.