Hayati Nupus
12 Februari 2018•Update: 12 Februari 2018
Adham Kako dan Mahmoud Barakat
GHOUTA TIMUR/ANKARA
Enam warga sipil tewas dalam serangan udara rezim baru di pinggiran Damaskus, Ghouta Timur, menurut seorang pejabat pertahanan sipil setempat, Minggu.
Serangan menargetkan beberapa wilayah di pinggiran kota, ujar pejabat tanpa menyebut nama dengan alasan keamanan.
Dua orang anak dan seorang perempuan menjadi korban, ujar sumber tersebut.
Terlebih, Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi -- didukung oleh Turki, Rusia dan Iran – dengan larangan agresi.
Meski begitu, rezim Suriah terus menargetkan pemukiman kota, menewaskan setidaknya 539 orang – dan melukai lebih dari 2.000 lainnya – sejak 29 Desember tahun lalu.
Rumah bagi sekitar 400.000 warga sipil, Ghouta Timur tetap berada di bawah kepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.
Konflik Suriah dimulai sejak 2011, ketika rezim tersebut memperlakukan demonstran dengan keganasan tak terduga.
PBB menyebutkan ratusan ribu orang tewas dalam konflik tersebut hingga saat ini.