Rıskı Ramadhan
05 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Kasım İleri
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi pada Senin dilaporkan membahas serangan-serangan yang diluncurkan rezim Suriah terhadap Ghouta Timur melalui telepon.
Menurut pernyataan tertulis Gedung Putih, kedua pemimpin membahas peluang untuk memperkuat kerja sama Mesir dan AS.
Serangan-serangan yang diluncurkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Rusia juga termasuk dalam percakapan telepon Trump dan Al-Sisi, menurut pernyataan tersebut.
“Presiden Trump dan Presiden Sisi sepakat untuk bekerja sama dalam mengakhiri krisis kemanusiaan di Suriah dan memastikan keamanan Liga Arab dan regional."
Ghouta Timur, daerah seluas 104 kilometer persegi yang mencakup sejumlah distrik dan desa di bagian timur Damaskus tersebut, merupakan tempat terjadinya bencana terbesar perang saudara.
Sekitar 400 ribu penduduk yang setengahnya adalah anak-anak berjuang hidup dalam serangan bertubi-tubi selama lima tahun terakhir.
Ghouta Timur termasuk dalam zona de-eskalasi yang didukung oleh Turki, Rusia, dan Iran, di mana tindakan agresi dilarang keras. Namun, rezim Assad semakin memperketat blokade Ghouta Timur sejak April 2017.
Ribuan pasien termasuk anak-anak yang sebagian besarnya menderita kanker menunggu untuk segera di evakuasi dari daerah yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan tersebut.
Sejumlah bayi, anak-anak dan pasien meninggal karena tidak mendapatkan perawatan medis dan gizi yang cukup.
Rezim Assad dan pendukungnya masih terus melanjutkan serangan meski Dewan Keamanan PBB telah mengadopsi resolusi yang menyerukan gencatan senjata selama 30 hari dan Rusia telah mengumumkan gencatan senjata selama lima jam setiap harinya.
Jumlah korban akibat serangan-serangan pasukan rezim dan pendukungnya terhadap Ghouta Timur sejak 19 Februari telah mencapai 756 orang.