Mohamed Fahd
23 April 2018•Update: 23 April 2018
Mohamed Fahd
RIYADH
Otoritas Saudi pada hari Minggu memerintahkan penggemar pesawat tak berawak (drone) untuk mendapat izin sebelum menerbangkan perangkat tersebut. Hal itu diumumkan satu hari setelah sebuah drones ditembak jatuh di dekat sebuah istana kerajaan di ibukota Riyadh.
Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan peraturan tentang penggunaan drone sudah masuk "dalam tahap akhir", menurut kantor berita resmi SPA.
Dia meminta penggemar drone untuk mendapatkan izin yang diperlukan, "memberi wewenang kepada mereka untuk menggunakan drone untuk tujuan yang ditugaskan kepada mereka di area yang diizinkan polisi di lingkungan mereka".
Juru bicara itu mengatakan tindakan tersebut akan bersifat sementara sampai dikeluarkannya peraturan.
Pada hari Sabtu, pasukan keamanan Saudi menembaki drone rekreasi yang dikendalikan dari jauh yang terbang di lingkungan ibu kota Khuzama dekat Istana Kerajaan di Riyadh, yang kemudian memicu spekulasi tentang kerusuhan di kerajaan minyak itu.
Seorang juru bicara polisi mengatakan salah satu pos pemeriksaan keamanan di Khuzama "memperhatikan adanya sebuah drone kecil yang terbang tanpa izin", yang kemudian memicu pasukan kemanan untuk "menghadapi drone tesebut sesuai dengan perintah dan instruksi kepada mereka".
Pejabat Saudi mengatakan Raja Salman sedang tidak berada di istana ketika insiden itu terjadi.