Hayati Nupus
21 Juni 2019•Update: 23 Juni 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Departemen Kesehatan Wilayah Yangon Myanmar mengungkapkan delapan dari 32 pasien yang terpapar dan dirawat di rumah sakit pemerintah sepanjang Januari hingga Juni tahun ini dipastikan terinfeksi virus influenza H1N1, lansir Myanmar Times.
Wakil Direktur Jenderal Departemen Kesehatan Wilayah Yangon Htun Myint mengatakan hingga Rabu kemarin sudah tiga orang tewas akibat H1N1 sepanjang tahun.
“Kami memiliki banyak pengalaman dalam menangani virus akibat wabah H1N1 pada 2017, sehingga orang tidak perlu terlalu khawatir," kata dia.
Myint menekankan pentingnya aksi sederhana seperti mencuci tangan dengan benar, menutup mulut saat batuk atau bersin, istirahat cukup, dan banyak minum air adalah langkah efektif untuk mencegah penyebaran segala jenis flu.
Seperti influenza pada umumnya, gejala flu H1N1 adalah badan menggigil, demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala berat, batuk, dan lemas.
Tiga orang tewas itu adalah seorang perempuan berusia 29 tahun berasal dari Kota Kawhmu, laki-laki berusia 75 tahun di Kota Sanchaung dan laki-laki berusia 32 tahun yang tinggal di perumahan Yuzana di Dagon Timur.
Pejabat kesehatan telah mengunjungi rumah ketiganya dan memeriksa anggota keluarga mereka, untuk mengantisipasi pihak lain yang terjangkit.
Myint menggambarkan bahwa pada Mei, satu dari 12 pasien yang diduga, dipastikan terinveksi H1N1. Sementara tujuh dari 20 pasien terkonfirmasi terinveksi pada bulan ini.
Pemerintah mencatat pada 2017 sebanyak 97 orang dari 514 kasus dipastikan terinveksi virus H1N1. Dua belas di antaranya tewas.
H1N1 pertama kali ditemukan di Myanmar pada 2001.
Delapan tahun kemudian, lebih dari 170 orang Myanmar terinfeksi virus ini.