Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Juni 2019•Update: 24 Juni 2019
Shuriah Niazi
NEW DELHI, India (AA) - Jumlah anak-anak di India yang diduga terjangkit Sindrom Ensefalitis Akut (AES) semakin mengkhawatirkan, dengan angka kematian mencapai 136 orang pada Jumat, kata Departemen Kesehatan India.
Sementara itu, jumlah anak-anak yang sedang menjalani perawatan akibat terjangkit AES di 16 distrik di negara bagian itu telah mencapai 600 orang.
Jumlah korban meninggal dunia terbanyak berasal dari distrik Muzaffarpur, dengan 117 orang.
Di distrik tersebut, sekitar 383 pasien dirawat di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Medis Shri Krishna (SKMCH), sementara 152 lainnya di Rumah Sakit Kejriwal.
Dokter dan para pejabat terkait berbeda pendapat soal penyebab pasti penyakit ini.
Kepala departemen pediatri di SKMCH Gopal Shankar Sahni mengatakan wabah disebabkan oleh kondisi cuaca dan membantah laporan terbaru yang mengklaim penyakit tersebut disebabkan oleh buah leci.
"Kondisi cuaca yang panas dan ekstrem adalah alasan di balik kematian dan bukan leci seperti yang diklaim," kata Sahni kepada Anadolu Agency.
Pada Kamis, Sebuah tim yang terdiri dari 10 dokter anak dan lima paramedis dikirim untuk merawat anak-anak yang sakit di negara bagian itu.
AES adalah kasus ensefalitis (radang otak) parah yang ditularkan oleh nyamuk dan ditandai dengan demam tinggi.