Rıskı Ramadhan
19 Februari 2018•Update: 19 Februari 2018
Mohamed Mahmoud
KAIRO
Tiga tentara tewas dalam operasi keamanan yang sedang berlangsung di Semenanjung Sinai, menurut militer Mesir pada Senin.
Pihak militer melalui sebuah pernyataan mengatakan, pasukan keamanan telah menghancurkan lima sasaran militan dan menewaskan empat orang bersenjata "sangat berbahaya" sebagai bagian dari operasi tersebut.
"Seorang prajurit dan dua petugas wajib militer tewas dalam bentrokan," kata pernyataan tersebut, menambahkan bahwa dua petugas lainnya terluka.
Menurut pernyataan tersebut, sekitar 417 tersangka militan telah ditahan selama operasi tersebut.
Pengumuman jumlah korban oleh tentara pada Senin merupakan yang pertama sejak operasi terhadap militan terkait serangkaian serangan di Mesir tersebut dimulai pekan lalu.
Pernyataan tersebut menambahkan, 101 peledak telah dijinakkan dan 244 tempat persembunyian dihancurkan dalam operasi tersebut.
Serangan tersebut terjadi di tengah persiapan pemilihan presiden Mesir yang akan diselenggarakan Maret mendatang.
Pada November, lebih dari 300 orang tewas dalam serangan mematikan di sebuah masjid yang terletak di Semenanjung Sinai. Setelah serangan itu, al-Sisi yang merupakan mantan jenderal angkatan bersenjata, memerintahkan pasukan untuk menghancurkan kelompok militan yang berbasis di Sinai dalam waktu tiga bulan.
Semenanjung Sinai terus menjadi pusat kegiatan militan sejak 2013, ketika tentara melengserkan Mohamed Morsi --presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis dan pemimpin Ikhwanul Muslimin-- dalam kudeta militer.