Maria Elisa Hospita
03 September 2019•Update: 03 September 2019
Addis Getachew
ADDIS ABABA, Ethiopia
Sekitar 27 juta jiwa di benua Afrika menghadapi krisis pangan akut.
Menurut blok perdagangan Afrika Timur, Otoritas Antarpemerintah untuk Pembangunan (IGAD), jumlah itu mencakup 24 persen dari total orang yang rawan menghadapi krisis pangan di seluruh dunia.
Dalam laporan kelompok itu disebutkan bahwa tingkat krisis pangan paling akut ditemui di Djibouti, Ethiopia, Kenya, Somalia, Sudan, Sudan Selatan, dan Uganda.
Perubahan iklim, konflik, dan ketidakstabilan ekonomi adalah penyebab utama krisis pangan di Afrika Timur.
Sepanjang 2018, negara-negara yang terdampak rawan pangan akut adalah Ethiopia (8,1 juta), Sudan (6,2 juta) dan Sudan Selatan (6,1 juta).
"Di Sudan Selatan, 59 persen dari populasi atau enam dari 10 orang membutuhkan bantuan mendesak. Sementara di Somalia, satu dari lima orang atau 22 persen dari total populasi kekurangan pangan akut," ungkap blok tersebut.
"Saya meminta negara-negara anggota dan para mitra untuk berinvestasi demi ketahanan pangan, beradaptasi terhadap perubahan iklim, pencegahan konflik, dan mempertahankan perdamaian untuk mencegah krisis pangan dan kekurangan gizi," kata Sekretaris IGAD Mahboub Maalim dalam siaran pers.