PBB: Dunia harus bertindak sekarang untuk cegah krisis pangan akibat Covid-19
Petani tidak dapat mengakses pasar untuk menjual, memproduksi dan membeli karena pandemi
Istanbul
Gokhan Ergocun
ISTANBUL
Kepala Dana Internasional PBB untuk Pembangunan Pertanian (IFAD) pada Senin mengatakan bahwa negara-negara harus bertindak sekarang untuk menghentikan pandemi Covid-19 yang berubah menjadi krisis pangan.
"Dampak dari Covid-19 dapat mendorong keluarga pedesaan lebih dalam ke kemiskinan, kelaparan dan keputusasaan, yang merupakan ancaman nyata bagi kemakmuran dan stabilitas global," kata Gilbert Houngbo.
Dia menegaskan bahwa tindakan segera dapat membantu masyarakat pedesaan untuk menyediakan pemulihan yang cepat dan mencegah krisis kemanusiaan yang lebih besar.
IFAD meluncurkan paket USD40 juta untuk mendukung petani dan masyarakat pedesaan dan akan menambah nilai dana hingga USD200 juta dengan kontribusi dari negara-negara anggota, yayasan dan sektor swasta.
"Banyak petani skala kecil tidak dapat mengakses pasar untuk menjual produk atau membeli bahan, seperti benih atau pupuk," ungkap badan PBB itu.
Karena, kata IFAD, seluruh rantai produksi terganggu dan pengangguran meningkat, yang paling rentan termasuk buruh harian, bisnis kecil dan pekerja informal, yang kebanyakan adalah perempuan dan pemuda.
Badan PBB itu juga mengingatkan bahwa 80 orang termiskin secara di dunia tinggal di daerah pedesaan, dan, bahkan sebelum pandemi, lebih dari 820 juta orang kelaparan setiap hari.
"Sebuah studi Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini memperingatkan bahwa dalam skenario terburuk, dampak ekonomi dari pandemi ini dapat mendorong setengah miliar orang jatuh lebih dalam ke kemiskinan," tegasnya.
Sementara itu, para ahli mengatakan Turki adalah negara mandiri dalam hal pangan, terutama produksi pertanian.
Banyak negara Eropa, seperti Italia, Belanda, dan Spanyol, mempekerjakan orang asing untuk produksi pertanian, tetapi menutup perbatasan karena pandemi akan semakin memukul produksi negara-negara itu.
Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat, lebih dari 2,4 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia sejak Desember lalu, dengan angka kematian lebih dari 170.000 dan lebih dari 646.000 dinyatakan sembuh.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
