Muhammad Abdullah Azzam
02 Oktober 2020•Update: 02 Oktober 2020
Ruslan Rehimov
BAKU, Azerbaijan
Warga sipil yang tewas selama serangan lanjutan Armenia terhadap pemukiman sipil Azerbaijan meningkat menjadi 19 jiwa pada Kamis, kata otoritas setempat.
Jaksa Azerbaijan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jumlah orang yang terluka akibat serangan pasukan Armenia di kota Terter di bagian barat-tengah meningkat menjadi 55 orang.
Selama serangan itu, total 169 rumah dan 40 bangunan umum rusak parah.
Bentrokan perbatasan pecah pada Minggu pagi ketika pasukan Armenia menargetkan pemukiman sipil Azerbaijan dan posisi militer, yang menimbulkan banyak korban.
Parlemen Azerbaijan menyatakan keadaan perang di beberapa kota dan daerah, menyusul pelanggaran perbatasan Armenia dan serangan di wilayah Karabakh Atas yang juga dikenal sebagai wilayah Nagorno-Karabakh.
Azerbaijan mengumumkan mobilisasi militer parsial pada Senin.
Konflik Nagorno-Karabakh
Hubungan antara kedua negara bekas Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, atau wilayah Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Empat Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi Majelis Umum PBB serta banyak organisasi internasional menuntut penarikan pasukan pendudukan dari wilayah tersebut.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia dan AS - dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai bagi konflik tersebut, tetapi tidak berhasil.