Dunia, Budaya

Sutradara dan aktor Palestina bawa kisah Gaza ke panggung teater di Turkiye

Sutradara dan aktor asal Palestina membawa tragedi Gaza ke panggung teater di Istanbul

Ahmet Esad Şani, Muhammad Abdullah Azzam  | 15.01.2026 - Update : 15.01.2026
Sutradara dan aktor Palestina bawa kisah Gaza ke panggung teater di Turkiye Photo by Alperen Baran Metecan - Anadolu

ISTANBUL 

Sutradara dan aktor asal Palestina, Sweilem Sweilem, yang dikenal di Türkiye dengan julukan “Filistinli Selim”, membawa suara dan penderitaan warga Gaza ke panggung teater melalui karya yang ia tulis dan sutradarai sendiri.

Dalam wawancara dengan Anadolu Agency di Istanbul, Sweilem menceritakan perjalanan hidup dan seninya, serta proses lahirnya pertunjukan teater berjudul Küller Arasında Gazze (Gaza di Tengah Abu), yang mengangkat tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Sweilem lahir dan besar di Tepi Barat. Ia mengaku awalnya lebih banyak berkecimpung di dunia olahraga sebelum akhirnya menemukan jalannya di dunia seni, khususnya teater. Situasi perang dan tekanan yang terus memburuk di Palestina membuatnya memindahkan kehidupan seni ke Türkiye pada 2014.

“Saya orang Palestina, lahir dan tumbuh di sana. Saya datang ke Türkiye untuk belajar, beradaptasi, dan melanjutkan seni saya. Di bawah bayang-bayang perang, seni hampir tidak punya ruang untuk hidup,” ujar Sweilem.

Di Türkiye, dia menempuh pendidikan akting dan diksi di Atölye Sanat Tiyatrosu, serta terlibat dalam berbagai proyek, mulai dari film pendek, iklan, hingga produksi televisi dan dokumenter.

Sweilem mengatakan peristiwa di Gaza sejak 7 Oktober meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Ia menyebut lebih dari 50 kerabatnya di Gaza tewas akibat serangan, sementara seorang saudaranya mengalami kelumpuhan.

“Sebagai orang Palestina, saya berpikir bagaimana cara menceritakan penderitaan keluarga dan rakyat saya kepada dunia. Diam bukan pilihan,” katanya.

Menurut Sweilem, teater merupakan medium yang kuat untuk menyampaikan pesan kemanusiaan. Bersama rekan-rekannya, ia memutuskan mengangkat kisah Gaza ke atas panggung. Naskah Küller Arasında Gazze ditulis oleh Emin Özbey, sementara Sweilem bertindak sebagai sutradara sekaligus pemeran utama.

Pertunjukan tersebut telah dipentaskan di berbagai panggung di Istanbul dan mendapat respons luas dari penonton. Ia menegaskan tujuan utama pementasan bukanlah tepuk tangan, melainkan membangun kesadaran.

“Kami ingin menyampaikan penderitaan dan ketidakadilan yang terjadi. Ini bukan sekadar pertunjukan, tapi persoalan kemanusiaan,” ujarnya.

Sweilem juga menilai pementasan dalam bahasa Turki memiliki makna tersendiri. Menurutnya, meski masyarakat Türkiye sudah lama menunjukkan solidaritas terhadap Palestina, melihat kisah itu langsung di panggung memberikan dampak emosional yang lebih kuat.

Ke depan, Sweilem berencana terus mengembangkan proyek seni yang mengangkat isu Palestina, termasuk rencana pementasan teater lain serta proyek film dalam bahasa Arab dan Inggris. Ia berharap dukungan lebih luas agar pesan kemanusiaan dari Gaza bisa menjangkau khalayak yang lebih besar.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın