Dunia, Budaya

Penjara Sde Teiman Israel jadi tempat penyiksaan dan pelanggaran HAM berat terhadap tahanan Gaza

Tidak ada angka pasti mengenai jumlah warga Palestina yang ditahan di 'Teluk Guantanamo Israel' atau Penjara Sde Teiman di selatan Israel

30.07.2024 - Update : 02.08.2024
Penjara Sde Teiman Israel jadi tempat penyiksaan dan pelanggaran HAM berat terhadap tahanan Gaza

ISTANBUL

Penjara Sde Teiman, sebuah instalasi militer Israel di gurun Negev, menampung ribuan warga Palestina yang ditangkap oleh pasukan Israel di Gaza selama serangan dahsyat mereka sejak 7 Oktober.

Sejak awal perang Israel di daerah kantong tersebut, penjara yang dijuluki "Teluk Guantanamo Israel" ini selalu menjadi berita utama karena muncul laporan tentang skala penyiksaan dan pelanggaran yang dilakukan terhadap tahanan Palestina di dalam fasilitas tersebut, yang jauh dari pengawasan kelompok hak asasi manusia.

Menurut Radio Angkatan Darat Israel, 10 tentara baru-baru ini ditahan untuk diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan pemerkosaan berkelompok terhadap seorang tahanan Palestina dari Gaza.

Sebagai tanggapan, ratusan pengunjuk rasa Israel, termasuk pejabat, menyerbu fasilitas penjara untuk memprotes penangkapan tentara atas insiden tersebut.

Sejarah pelanggaran

Pangkalan militer, yang saat ini berada di bawah komando selatan tentara, didirikan setelah operasi oleh Badan Yahudi untuk membawa 49.000 orang Yahudi dari Yaman ke Israel pada tahun 1949 dan 1950.

Selama perang Israel di Gaza pada 2008 dan 2014, ratusan warga Palestina dari Gaza ditangkap dan dikirim ke Sde Teiman.

Dalam perang terbaru Israel di Gaza, Israel menangkap ratusan warga Palestina dan menggolongkan mereka sebagai “pejuang yang melanggar hukum”.

Dalam sebuah pernyataan, Asosiasi Hak Sipil di Israel mengatakan para tahanan tidak diberi makanan, dan ketika mereka makan, mereka melakukannya sambil ditutup matanya dan diborgol.

Ditambahkannya, penjara itu penuh sesak dan para tahanan tidur serta buang air besar sambil ditutup matanya dan diborgol, sementara tidak adanya perawatan kesehatan mengakibatkan banyaknya kematian.

Tidak ada jumlah pasti tahanan Palestina di Sde Teiman.

Pada pertengahan Juli, harian Haaretz Israel melaporkan bahwa tentara Israel telah menahan 1.500 jenazah warga Palestina yang diyakini sebagai orang bersenjata Hamas di Sde Teiman sejak 7 Oktober.

Haaretz mengutip seorang tentara Israel yang bertugas di Sde Teiman yang mengatakan bahwa mayat-mayat itu disimpan di lemari es dan diklasifikasikan berdasarkan nomor, bukan berdasarkan nama.

Petisi untuk menutup Sde Teiman

Asosiasi Hak Sipil di Israel bersama lima kelompok HAM lainnya mengajukan petisi pada Mei ke Mahkamah Agung Israel untuk segera menutup penjara tersebut.

Dalam petisinya disebutkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, telah terkumpul bukti-bukti pelanggaran di penjara tersebut.

Operasi pembedahan dilakukan di fasilitas penjara tanpa anestesi, dan para tahanan diborgol dengan cara yang menyebabkan amputasi, kata asosiasi tersebut.

Rumah sakit lapangan didirikan di penjara tersebut tetapi tidak menyediakan perawatan kesehatan minimum yang dibutuhkan untuk para tahanan.

Menurut Haaretz, 36 warga Palestina telah meninggal di penjara tersebut sejak 7 Oktober.

Kesaksian penyiksaan

Mahkamah Agung Israel masih menyelidiki kasus yang diajukan oleh organisasi HAM Israel yang menuntut agar Sde Teiman segera ditutup menyusul laporan mengenai penyiksaan dan pembunuhan terhadap warga Palestina yang ditahan di pusat tersebut.

Haaretz mengutip seorang tentara Israel yang merupakan bagian dari Pasukan 100 yang mengawasi penjara tersebut yang membenarkan perlakuan buruk terhadap para tahanan.

Berdasarkan kesaksian dari para tahanan yang baru saja dibebaskan, mereka menjadi sasaran berbagai bentuk penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi, termasuk penelanjangan paksa, pengikatan dan penutupan mata dalam jangka waktu lama, penyetruman, kelaparan sistematis, dan pemotongan tubuh dengan alat tajam.

Penyiksaan lain yang dilaporkan mencakup larangan tidur, mandi, dan perawatan medis, serangan anjing, serta paparan suhu dingin ekstrem.

Israel mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB soal gencatan senjata segera, dan mereka menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang berkelanjutan di Gaza sejak serangan 7 Oktober.

Lebih dari 39.300 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan hampir 91.000 terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Sembilan bulan lebih sejak serangan Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur di tengah blokade yang melumpuhkan terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın