Kebijakan kelaparan Israel sangat berdampak pada manusia maupun hewan di Gaza
Di bawah pemboman yang intens dan blokade penuh, warga Palestina menghadapi kesulitan mendapatkan makanan pokok karena mereka menyaksikan hewan-hewan mati akibat serangan bom dan kelaparan
GAZA, Palestina
Hewan-hewan di wilayah yang telah diblokir bantuan kemanusiaan selama sekitar empat bulan oleh tentara Israel terutama utara Jalur Gaza, terpaksa memakan jasad orang yang meninggal karena serangan Israel dan sebagian hewan juga mati karena kelaparan.
Israel terus membombardir Jalur Gaza selama 118 hari, memblokir bantuan kemanusiaan, termasuk makanan dan pasokan medis, ke wilayah yang terkepung itu.
Di bawah pemboman hebat dan blokade penuh, warga Palestina di Gaza menghadapi kesulitan mendapatkan makanan pokok karena mereka juga menyaksikan hewan-hewan mati akibat serangan dan kelaparan.
Kondisi di kota Gaza dan Kamp Pengungsi Jabalia di utara Gaza, yang terkena dampak parah akibat serangan Israel, memaksa kucing dan anjing yang kelaparan memakan sesama jenis mereka dan hewan lain karena tidak mendapatkan makanan apapun.
Samih Zeyneddin, warga Palestina, yang tinggal di Kamp Pengungsi Jabalia, mengatakan kepada Anadolu bahwa kebijakan kelaparan paksa Israel juga berdampak signifikan terhadap hewan.
Zeyneddin mengatakan bangkai sejumlah hewan berkumpul di dekat tempat pengumpulan sampah, dan beberapa di antaranya sudah membusuk.
Dia menjelaskan, "Karena kurangnya makanan di Kamp Pengungsi Jabalia dan seluruh wilayah utara, manusia maupun hewan mengalami kelaparan, yang menyebabkan kematian hewan-hewan ini selama beberapa minggu terakhir."
'Masyarakat menghadapi kelaparan'
Warga Gaza lainnya, Esma al-Najjar, mengatakan kepada Anadolu bahwa seekor kucing berkeliaran di sekitar tempat sampah, hewan yang lapar tersebut mencoba memuaskan rasa laparnya dengan memakan bangkai temannya sendiri karena tidak dapat menemukan makanan.
Najjar mengungkapkan keprihatinannya mengenai kelaparan yang meluas baik pada manusia maupun hewan, dengan mengatakan, "Manusia berada di ambang kematian karena kelaparan."
Hewan-hewan yang kelaparan di sana telah memakan mayat orang-orang yang tewas dalam serangan Israel tetapi tidak dapat dievakuasi dari lokasi tempat mereka diserang.
Video di media sosial juga menunjukkan kucing dan anjing kelaparan memakan mayat warga Palestina di Khan Yunis, tempat tentara Israel menghalangi akses ambulans setelah mereka dibunuh.
Dokter hewan Palestina bangun tempat perlindungan kucing
Dokter hewan Palestina, Aid Abu Najm, membangun tempat penampungan untuk kucing-kucing terlantar di Rafah, selatan Gaza.
Abu Najm mengatakan banyak kucing mati karena serangan Israel atau kelaparan.
"Perang yang dilancarkan Israel di Gaza tidak hanya membunuh manusia tetapi juga hewan. Hewan juga terkena dampak ketidakadilan yang besar ini," ucap dia.
Dia mengungkapkan bahwa dirinya membagikan makanan kucing, yang diperoleh dengan susah payah, kepada kucing-kucing yang berkumpul di tempat penampungan tersebut, dan dia melindungi kucing-kucing tersebut untuk dikembalikan kepada pemiliknya setelah serangan tentara Israel.
Dia menyebut meski harga makanan kucing mahal, namun dia akan berupaya semaksimal mungkin agar hewan yang dilindunginya tidak mati.
Abu Najm mengutuk kekejaman yang juga dialami hewan selama serangan Israel yang sedang berlangsung, dan menyerukan penghentian perang untuk menyelamatkan hewan, terutama kucing yang memiliki ikatan kuat dengan manusia di Gaza.
Israel gunakan kelaparan sebagai alat untuk memaksa warga Gaza mengungsi
Rami Abdu, kepala Organisasi Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania, mengatakan dalam wawancara baru-baru ini dengan Anadolu, "Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata untuk memaksa masyarakat Gaza mengungsi."
Abdu menyoroti perjuangan masyarakat untuk menemukan bahan makanan pokok di Gaza, dan menyebutkan penurunan jumlah truk bantuan dari 500 menjadi 100.
Abdu menekankan kelaparan di wilayah tersebut semakin parah.
“Orang-orang sekarat karena kelaparan. Lebih dari 500.000 warga Palestina di Gaza menghadapi kelaparan, dan seluruh penduduk menentang gelombang dingin yang membekukan,” ujar dia.
Dia menyebut tentara Israel menembaki warga Palestina yang mendekati kendaraan yang mengangkut bantuan dari selatan ke utara Gaza, yang mengakibatkan puluhan korban jiwa.
Dia menekankan, “Kita berbicara tentang kebijakan kelaparan yang dipaksakan, terutama di Gaza utara, di mana anak-anak adalah yang paling terkena dampaknya.”
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
