Mehmet Kara
16 Maret 2023•Update: 17 Maret 2023
ISTANBUL
Perwakilan dari kelompok agama minoritas di Turkiye menekankan pentingnya alam dan keseimbangan ekologi pada Rabu di KTT Ekonomi Eurasia ke-26 di Istanbul.
"Perubahan iklim dan perang pasti mempengaruhi masa depan planet kita. Kita bertanggung jawab atas kerusakan yang kita sebabkan pada dunia kita, lingkungan kita, dan kehidupan manusia. Para pemimpin politik dan agama memiliki tanggung jawab dalam hal ini," kata Patriark Yunani Fener Bartholomew pada hari kedua KTT.
“Ketika perdamaian dirusak, hak-hak rakyat dilanggar dan orang yang tidak bersalah dirugikan,” tambah dia sambil mencontohkan adanya perang Rusia-Ukraina.
Dia menyalahkan Rusia karena melakukan pendudukan militer dengan mengabaikan integritas manusia dan ekologi serta tuntutan kemerdekaan.
"Kami juga sering mengutuk legitimasi situasi ini dengan argumen agama." ujar Bartholomew.
Dia menekankan bahwa para pemimpin agama harus tanpa kompromi mengadvokasi perdamaian dan kehidupan yang selaras dengan alam, dengan mengatakan "kita harus mendukung perdamaian dan menentang konflik."
Metropolitan Ortodoks Suryani Yusuf Cetin berkata untuk masyarakat yang sehat dan damai, "alam yang bersih dan teratur serta dunia yang damai, kebebasan berpikir dan hati nurani pertama-tama harus diamankan di tingkat global, terutama struktur agama dan negara."
Dia melanjutkan dengan mengatakan mereka bertanggung jawab untuk membesarkan generasi dengan hati nurani yang bebas dengan semua organisasi.
Menekankan pentingnya sains dalam perang melawan bencana alam, Kepala Rabi Turkiye Isak Haleva mengatakan negara-negara yang menghadapi berbagai bencana dan perubahan iklim harus mendapat perhatian khusus.
Ilmu pengetahuan dan teknologi menjanjikan untuk masa depan, tambah Haleva.
"Kita harus bekerja sama, karena kita semua mendapat manfaat dari karunia alam. Alam semesta adalah rumah kita bersama. Kita tidak memiliki rumah bersama lainnya. Rumah ini juga milik generasi mendatang." Kata Vikaris Patriarkal Gereja Katolik-Suriah Turki Orhan Canli.
KTT yang dimulai Selasa selama tiga hari, diselenggarakan oleh Marmara Group Foundation bekerja sama dengan Asosiasi Eksportir Pakaian Istanbul dan Majelis Eksportir Turki (TIM).