Türkİye, Dunia

Kementerian Pertahanan Türkiye Pantau Operasi Militer Suriah di Aleppo

Pemerintah Türkiye menegaskan tidak terlibat langsung dalam operasi militer di Aleppo yang sepenuhnya dilakukan Tentara Suriah

Utku Simsek, Busra Nur Cakmak  | 08.01.2026 - Update : 08.01.2026
Kementerian Pertahanan Türkiye Pantau Operasi Militer Suriah di Aleppo

ANKARA

Pemerintah Türkiye menegaskan bahwa operasi militer terhadap Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF) di Aleppo sepenuhnya dilakukan oleh Tentara Suriah, sementara Ankara terus memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut.

Kementerian Pertahanan Nasional Türkiye dalam pernyataannya pada Kamis (8/1) menyebutkan bahwa keamanan Suriah memiliki keterkaitan langsung dengan keamanan Türkiye. Oleh karena itu, setiap perkembangan terkait operasi di Aleppo disebut dipantau secara ketat.

“Kami memandang keamanan Suriah sebagai keamanan kami sendiri, dan perkembangan di lapangan terus dipantau secara saksama,” demikian pernyataan kementerian.

Türkiye juga menegaskan dukungannya terhadap upaya Suriah memerangi organisasi teroris dengan tetap berlandaskan persatuan dan keutuhan wilayah negara tersebut. Ankara menyatakan siap memberikan dukungan yang diperlukan apabila diminta oleh pemerintah Suriah.

Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Aleppo. Media Suriah melaporkan kelompok PKK/YPG yang beroperasi dengan nama SDF kembali menembaki kawasan permukiman di Aleppo, Suriah utara, untuk hari ketiga berturut-turut pada Kamis.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 39 lainnya. Data otoritas Suriah juga menyebut lebih dari 3.000 warga sipil terpaksa mengungsi akibat rangkaian serangan itu.

Meningkatnya kekerasan memaksa pemerintah provinsi Aleppo memperpanjang penangguhan kegiatan belajar-mengajar di sekolah negeri, sekolah swasta, serta universitas di kota tersebut pada Kamis.

Sebelumnya, pada 10 Maret 2025, Kepresidenan Suriah mengumumkan penandatanganan kesepakatan integrasi SDF ke dalam institusi negara. Kesepakatan tersebut menegaskan kembali persatuan wilayah Suriah dan menolak segala upaya pemecahan.

Namun, menurut otoritas Suriah, dalam beberapa bulan setelah penandatanganan kesepakatan itu, SDF dinilai belum menunjukkan langkah konkret untuk memenuhi ketentuan yang telah disepakati.

Pemerintah Suriah sendiri dilaporkan meningkatkan upaya menjaga keamanan nasional sejak tumbangnya rezim Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024, setelah berkuasa selama 24 tahun.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın