Muhammed Karabacak, Omer Koparan, Seda Sevencan
08 Januari 2026•Update: 09 Januari 2026
ISTANBUL
Pemerintah Suriah menyatakan angkatan bersenjatanya berencana melancarkan operasi militer terbatas di Aleppo yang menargetkan kelompok PKK/YPG, menyusul serangkaian serangan terhadap warga sipil di kota tersebut.
Kementerian Informasi Suriah dalam pernyataannya pada Rabu (7/1) menyebutkan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan yang terus dilakukan Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF) terhadap kawasan permukiman, jalan-jalan utama, dan aparat keamanan.
“Sebagai tanggapan atas serangan berulang SDF terhadap kawasan permukiman warga sipil, jalan utama, dan pasukan keamanan, Tentara Arab Suriah akan meluncurkan operasi militer terbatas di Aleppo,” demikian pernyataan kementerian.
Menurut kementerian, dalam sebulan terakhir sedikitnya lebih dari 20 warga sipil tewas dan lebih dari 150 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. Selain itu, lebih dari 25 personel militer Suriah juga dilaporkan tewas. Aksi kekerasan ini disebut telah mengganggu aktivitas perdagangan dan kehidupan sehari-hari warga Aleppo.
Kementerian Informasi Suriah menegaskan operasi itu akan dilakukan berdasarkan keputusan lokal dan atas permintaan warga Aleppo. Tujuannya antara lain menghentikan tembakan artileri, serangan penembak jitu, dan drone, memulihkan keamanan, membuka kembali jalur Aleppo–Azaz, serta melindungi warga sipil.
Operasi militer tersebut, lanjut pernyataan itu, akan dilaksanakan sesuai hukum internasional dengan penekanan pada evakuasi warga sipil. Sasaran operasi disebut terbatas pada kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas serangan, bukan penduduk sipil.
PKK/YPG diketahui beroperasi di Suriah dengan menggunakan nama Pasukan Demokratik Suriah (SDF).
Rencana operasi ini muncul setelah SDF kembali melakukan penembakan ke kawasan permukiman di Aleppo untuk hari kedua pada Rabu pagi. Sehari sebelumnya, sedikitnya lima orang tewas dan 16 lainnya terluka dalam rangkaian serangan SDF di Aleppo.
Sebelumnya, Pertahanan Sipil Suriah melaporkan telah mengevakuasi sekitar 850 warga sipil dari Aleppo hingga pukul 12.30 waktu setempat (09.30 GMT), seiring memburuknya kondisi kemanusiaan dan meningkatnya serangan oleh SDF.