Turki

Turki kecam resolusi rezim Suriah tentang peristiwa 1915

Juru bicara Kementerian Luar Negeri mengecam resolusi parlemen rezim Assad yang mengakui peristiwa 1915 sebagai 'genosida'

Rhany Chaırunıssa Rufınaldo   | 14.02.2020
Turki kecam resolusi rezim Suriah tentang peristiwa 1915 Logo Kementerian Luar Negeri Turki (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Burak Dag

ANKARA

Turki pada mengutuk parlemen rezim Suriah atas resolusi yang mengakui insiden 1915 di era Ottoman sebagai sebuah "genosida".

"Resolusi Parlemen Rezim Suriah hari ini (13 Februari), yang mengakui insiden 1915 sebagai apa yang disebut genosida, memberikan contoh suram dari dirinya sendiri," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hami Aksoy dalam pernyataan tertulis, Kamis.

Aksoy mengatakan bahwa keputusan itu merupakan gambaran kemunafikan rezim yang terlibat dalam setiap jenis pembantaian terhadap rakyatnya sendiri, termasuk anak-anak selama bertahun-tahun dan yang terkenal karena ketangkasannya dalam menggunakan senjata kimia.

"Mengakui klaim tak berdasar oleh rezim kejam yang telah kehilangan legitimasi internasionalnya ini adalah indikator yang jelas dari pola pikir bengkok yang ada di baliknya," tambah dia.

Pernyataan Aksoy muncul sebagai jawaban atas pertanyaan tentang resolusi yang diadopsi oleh parlemen rezim Suriah terkait peristiwa 1915 pada era Ottoman.

Posisi Turki pada peristiwa 1915 adalah bahwa kematian orang-orang Armenia di Anatolia timur terjadi ketika beberapa pihak berpihak pada invasi Rusia dan memberontak melawan pasukan Ottoman. Pemindahan warga Armenia selanjutnya menghasilkan banyak korban.

Menurut Turki, kematian orang-orang Armenia di Anatolia timur pada 1915 terjadi ketika sejumlah pihak memihak Rusia dan memberontak melawan pasukan Ottoman.

Pemindahan warga Armenia berikutnya juga menimbulkan banyak korban.

Turki menolak penyebutan insiden itu sebagai genosida, tetapi menggambarkan peristiwa 1915 sebagai tragedi bagi kedua belah pihak.

Ankara telah berulang kali mengusulkan pembentukan komisi gabungan para sejarawan dari Turki dan Armenia, sekaligus para pakar internasional untuk menyelesaikan masalah ini.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.