Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Februari 2019•Update: 25 Februari 2019
Mehmet Emin Gurbuz
BOLU, Turki
Sebuah tim ilmuwan Turki telah mendirikan pangkalan sains sementara di Antartika, kata menteri industri dan teknologi Mustafa Varank, Senin.
"Menyusul pendirian basis penelitian itu, para ilmuwan Turki saat ini merencanakan ekspedisi ilmiah ketiga mereka ke Antartika," ujar Varank pada sebuah kampanye di Bolu.
Awal bulan ini, sebuah tim Turki yang dipimpin oleh ilmuwan Burcu Ozsoy - tim kedua Turki ke benua beku - melakukan perjalanan ke Antartika untuk ekspedisi selama 30 hari.
Pada April 2016, tim peneliti Turki pertama, yang terdiri dari 13 tenaga medis, ahli botani, ahli geologi dan ahli kelautan dari tujuh universitas, melakukan perjalanan ke Antartika untuk mempelajari dampak perubahan iklim.
Ekspedisi saat ini didukung oleh Presidensi Turki, Kementerian Industri dan Teknologi, dan Pusat Penelitian Kutub Universitas Teknik Istanbul bersama dengan universitas-universitas Turki lainnya.
Benua yang dilestarikan untuk kemanusiaan
Antartika, yang tidak memiliki penduduk asli dan tidak diperintah oleh negara mana pun, disebut sebagai benua perdamaian dan sains.
Benua itu telah berfungsi sebagai zona penelitian ilmiah sejak penandatanganan Perjanjian Antartika pada 1959, yang ditandatangani oleh 53 negara.
Dewan Pengelola Program Antartika Nasional (COMNAP), yang dibentuk pada 1988, terdiri dari 30 anggota yang memiliki lebih dari 100 pangkalan ilmiah di daerah-daerah yang cukup sejuk di benua itu.
Pusat Penelitian Kutub didirikan di Antartika pada 2015 dengan tujuan melakukan penelitian dan meningkatkan profil Turki di antara komunitas ilmiah internasional.