Kemlu Turki: Kami akan terus lindungi hak kami di Mediterania Timur
Juru bicara Kemlu Turki mengatakan izin baru untuk eksplorasi minyak di Mediterania Timur sejalan dengan landas kontinen PBB
Ankara
Merve Aydogan
ANKARA
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki pada Selasa mengatakan negaranya bertekad untuk "melindungi hak-hak Turki dan Otoritas Siprus Turki di Mediterania Timur".
Dalam sebuah pernyataan, Jubir Hami Aksoy mengatakan langkah Turkish Petroleum mengajukan izin mengeksplorasi minyak dan kegiatan pengeboran di Mediterania Timur baru-baru ini adalah bagian dari batas landas kontinen PBB untuk Turki.
Aksoy menggarisbawahi bahwa Turki "akan secara tegas terus menggunakan hak-hak kedaulatannya dalam hal ini".
Dia mengatakan "penelitian seismik dan kegiatan pengeboran di negara itu dilakukan sesuai dengan program yang ditentukan sebelumnya."
Pernyataan Aksoy itu datang tak lama setelah Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias mengklaim Turki mengerahkan sarana "ilegal" di Mediterania Timur.
Selain itu, Duta Besar Turki di Athena Burak Ozugergin pada Selasa mengatakan bahwa Athena tak menjawab seruan Ankara untuk berdialog.
Menurut sumber-sumber diplomatik, Ozugergin menghadiri pertemuan di Kementerian Luar Negeri Yunani dan mengatakan posisi Turki jelas dan transparan dalam berbagai masalah termasuk eksplorasi dan ekstraksi hidrokarbon.
Turki beberapa kali berusaha untuk berdialog dengan Yunani mengenai masalah ini, tetapi Athena enggan memberikan tanggapan, tambah dia.
Republik Turki Siprus Utara didirikan pada tahun 1983, menyusul kudeta yang bertujuan mencaplok Siprus oleh Yunani pada 1974, di mana Ankara harus melakukan intervensi sebagai kekuatan penjamin.
Beberapa dekade sejak itu telah terlihat beberapa upaya untuk menyelesaikan perselisihan Siprus, semuanya berakhir dengan kegagalan. Yang terbaru, diadakan dengan partisipasi negara-negara penjamin - Turki, Yunani, dan Inggris - berakhir pada 2017 di Swiss.
Turki secara konsisten menentang pengeboran sepihak oleh pemerintah Siprus Yunani di Mediterania Timur, menegaskan bahwa Republik Turki Siprus Utara (TRNC) juga memiliki hak atas sumber daya di daerah tersebut.
Sejak tahun lalu, Ankara mengirim kapal-kapal pengeboran ke Mediterania Timur, menegaskan hak Turki dan TRNC untuk sumber daya wilayah tersebut.
Athena dan Siprus Yunani menentang langkah itu, mengancam akan menangkap awak kapal dan meminta para pemimpin Uni Eropa untuk bergabung dengan mereka.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
