Regional

Thailand minta Israel tinjau keputusan pelarangan warganya masuki negara itu

Keputusan terkait pencegahan penyebaran virus Covid-19 ini berdampak pada penundaan pengiriman pekerja Thailand ke Israel

Hayati Nupus   | 20.02.2020
Thailand minta Israel tinjau keputusan pelarangan warganya masuki negara itu Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Thailand meminta Israel meninjau kembali keputusannya yang melarang warga negeri gajah putih memasuki negara itu terkait penyebaran virus korona tipe baru atau Covid-19.

Wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Natapanu Nopakun mengatakan larangan itu berdampak pada penundaan pengiriman pekerja Thailand ke Israel di bawah proyek kerja sama kedua negara.

Natapanu mengatakan bahwa Duta Besar Thailand di Tel Aviv Pannabha Chandraramya telah bertemu dengan Gilad Cohen, wakil direktur jenderal untuk Asia dan Pasifik di Kementerian Luar Negeri Israel, terkait langkah-langkah Thailand untuk mencegah dan mengendalikan wabah Covid-19.

“Kementerian Luar Negeri Israel mendengarkan dan memahami. Itu akan menghubungi lembaga-lembaga lain, terutama Kementerian Kesehatan Masyarakat Israel,” kata Natapanu, kutip Bangkok Post hari ini.

Thailand berharap Israel akan meninjau kembali larangan tersebut dan memberikan hubungan yang baik antara kedua negara.

Duta Besar Israel untuk Thailand Meir Shlomo mengatakan keputusan Kementerian Kesehatan itu bertujuan mencegah penyebaran Covid-19 ke Israel.

Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Israel melarang masuk siapa pun yang mengunjungi Thailand, Makau, Singapura, dan Hong Kong selama 14 hari terakhir.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Israel memberlakukan karantina rumah selama 14 hari kepada pengunjung dari Thailand, Singapura, Hong Kong dan Makau.

Shlomo mengatakan Israel mengikuti perkembangan di Thailand dengan cermat dan terus menjaga semangat saling percaya.

“Beberapa ribu turis Thailand, pengusaha dan pekerja di bidang pertanian melakukan perjalanan ke Israel setiap tahun. Kami berharap mereka semua dapat menjadwal ulang penerbangan mereka dan melakukan perjalanan ke Israel dalam waktu dekat,” kata dia.

Sementara itu Sekretaris Menteri Buruh Thailand Letnan Jenderal Nanthadet Meksawat mengatakan kementerian akan menunda pengiriman pekerja ke Israel sampai Tel Aviv berubah pikiran mengenai masalah ini.

Sejak 2012, lewat perjanjian Kerjasama Thailand-Israel tentang Penempatan Pekerja (TIC), sekitar 5.000 buruh Thailand setiap tahun terdaftar untuk bekerja di sektor pertanian Israel.

Proyek TIC dilaksanakan bersama oleh Kementerian Tenaga Kerja Thailand, Israel, dan Organisasi Internasional untuk Migrasi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın