Pizaro Gozali Idrus
29 Februari 2020•Update: 02 Maret 2020
KUALA LUMPUR, Malaysia
Yang Di-Pertuan Agong atau Raja Malaysia akan memanggil para pemimpin semua partai politik ke Istana Negara pada Sabtu siang.
Dalam maklumatnya, Raja Malaysia akan meminta para parpol untuk mengungkapkan pilihan perdana menteri mereka masing-masing
Raja sebelumnya tak mendapatkan kepercayaan mayoritas soal nama calon perdana menteri usai mewawancarai 222 anggota parlemen.
Keputusan Raja ini telah membuat konstelasi politik berubah. United Malay National Organisations (Umno) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS) akhirnya mengusulkan nama Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia Muhyiddin Yasin.
Kedua partai itu sebelumnya tetap dalam pendirian untuk digelarnya pemilu ulang menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Mahathir Mohamad.
Dengan komposisi ini, Muhyiddin sejauh ini mengantongi 96 suara, gabungan dari 36 suara PPBM dan 60 suara gabungan Barisan Nasional - di mana Umno masuk di dalamnya- dan PAS.
Di sisi lain, koalisi Pakatan Harapan (PH), yang terdiri dari Partai Keadilan Rakyat (PKR), Democratic Action Party (DAP), dan Partai Amanah Negara, mengajukan nama Anwar Ibrahim.
Anwar hingga kini mengantongi 93 suara yang disumbang dari koalisi PH.
Sementara itu Partai Warisan Sabah dan Partai Gabungan Serawak masih belum mendeklarasikan nama perdana menteri.
Tidak ada keterangan resmi apakah Raja Malaysia akan mengumumkan keputusan nama perdana menteri hari ini.
Namun, Raja Malaysia sebelumnya menyampaikan pertemuannya dengan para parpol akan menjadi dasar penunjukkan Perdana Menteri ke-8 Malaysia.