Regional

Pandemi dan ekonomi: pekerjaan rumah ASEAN jelang KTT

Negara-negara ASEAN telah mengonfirmasi lebih dari 53 ribu kasus positif Covid-19 sejauh ini, kasus tertinggi ada di Indonesia sebesar 42.762 pasien

Pizaro Gozali Idrus, Nicky Aulia Widadio  | 18.06.2020 - Update : 22.06.2020
Pandemi dan ekonomi: pekerjaan rumah ASEAN jelang KTT Pertemuan virtual ASEAN. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-36 akan dilangsungkan secara virtual pada 26 Juni di Hanoi, Vietnam.

Pelaksanaan KTT secara online dilakukan untuk mencegah penyebaran pandemi virus korona di Asia Tenggara.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan penanganan Covid-19 akan menjadi prioritas pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar pada 26 Juni 2020 secara virtual.

Dia menuturkan sejauh ini belum ada agenda spesifik yang disampaikan kepada Indonesia, namun situasi yang mendesak terkait Covid-19 akan menjadi agenda yang sangat penting untuk dibicarakan antar-pemimpin ASEAN.

“Saya yakin penanganan pandemi ini akan menjadi prioritas utama dalam KTT ASEAN,” kata Retno dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis.

Negara-negara ASEAN telah mengonfirmasi lebih dari 53 ribu kasus positif Covid-19 sejauh ini, dimana kasus tertinggi ada di Indonesia yakni 42.762 pasien.

KTT ASEAN yang semula direncanakan pada 27-28 Juni 2020 batal digelar secara fisik karena beberapa negara anggota masih menangani pandemi.

Selain terkati Covid-19, Retno menuturkan para pemimpin ASEAN akan membahas perkembangan pembangunan komunitas ASEAN, kemitraan dengan rekan dialog ASEAN, serta isu-isu yang berkembang di kawasan maupun dunia belakangan ini.

-Antisipasi gelombang kedua

Pengamat Hubungan Internasional Ramdhan Muhaimin meminta agar ASEAN mewaspadai gelombang kedua Covid-19 sebagaimana terjadi di China dan Korea Selatan, dan Jepang.

Menurut Ramdhan, problem ini harus menjadi perhatian khusus dalam KTT ASEAN agar kawasan Asia Tenggara tidak menjadi episentrum global Covid-19 yang akan berpengaruh ke kawasan dan dunia.

“Ini juga harus menjadi concern Pemerintah Indonesia, karena Indonesia adalah backbone-nya Asia Tenggara dan saat ini Indonesia menjadi yang terbesar kasus Covid-19, setelah sebelumnya Singapura,” kata pengajar HI di Universitas Al Azhar Indonesia ini kepada Anadolu Agency pada Kamis.

Ramdhan juga menyoroti menguatnya post-multilateralisme dalam merespons pandemi Covid-19 di mana setiap negara lebih mementingkan kondisi dalam negerinya dan bertindak proteksionis.

Dia meminta hal ini tidak terjadi di ASEAN atau Asia Tenggara karena di tengah situasi seperti ini, kepemimpinan ASEAN tetap terjaga.

“Situasi Post-multilateralisme di level global, jangan terjadi di level regional Asia Tenggara,” ucap dia.

-Pemulihan ekonomi

Praktisi Hubungan Internasional Dinna Prapto Raharja mengatakan KTT bisa menjadi momentum memperkuat kerja sama antar anggota ASEAN untuk memperbaiki perekonomian di kawasan di tengah ketidakpastian akibat pandemi.

“Caranya dengan bergandeng tangan sesama negara ASEAN dan bukannya malah makin tergantung dengan negara-negara non-ASEAN,” kata Dinna kepada Anadolu Agency.

Menurut dia, ada kecenderungan negara-negara ASEAN untuk bangkit dengan memprioritaskan kerja sama dengan mitra yang lebih sehat secara perekonomian seperti Uni Eropa, Jepang, Hong Kong, India dan Korea Selatan.

Salah satu isu yang bisa diperkuat adalah terkait pembiayaan dan rantai nilai produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kawasan.

Dia menuturkan sektor UMKM di beberapa negara ASEAN cukup tinggi mencapai 60 persen hingga 90 persen sehingga bisa membantu memulihkan perekonomian.

Di sisi lain, sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam memiliki daya beli yang relatif masih baik.

“Jadi mereka perlu diyakinkan untuk memberdayakan dan membeli produk-produk UMKM dari sesama negara ASEAN,” jelas dia.

Sebelumnya dalam pertemuan virtual pada 14 April 2020, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc yang juga memegang keketuaan ASEAN 2020, dinyatakan dalam deklarasi bersama bahwa ASEAN sangat khawatir dengan penyebaran virus korona.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın