Roy Ramos
05 Oktober 2017•Update: 09 Oktober 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY
Setidaknya 17 tawanan yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf dan Maute di Marawi diselamatkan oleh militer pemerintah, Rabu, kata pejabat Filipina.
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana memperkirakan 26 orang tawanan yang masih disekap oleh kelompok teroris itu.
Di antara mereka yang dibebaskan terdapat beberapa guru dari Dansalan College yang diculik pada awal konflik Marawi, kata dia.
Militer Filipina enggan memberi informasi lebih lanjut karena operasi pembebasan sandera masih berlangsung hingga kini.
"Saya harap semua mengerti bahwa kami membatasi informasi ini," kata juru bicara militer Kolonel Edgar Arevalo kepada wartawan.
Arevalo mengatakan merahasiakan informasi adalah bagian dari strategi militer agar tidak jatuh korban lagi dari pihak pemerintah dan warga sipil.
“Kami menjaga agar informasi ini tidak sampai ke telinga musuh. Mereka bisa saja mengambil tindakan drastis terhadap tawanan yang tersisa,” kata dia.
Pihak berwenang mengatakan sandera yang sudah dibebaskan akan melalui informasi dan pemeriksaan medis.
Arevalo juga mengatakan zona perang di Marawi sudah berkurang menjadi antara lima hingga tujuh hektar dan militer menghadapi sekitar 40 pemberontak. Di antara jumlah itu termasuk juga beberapa korban culik yang dilibatkan perang secara paksa.
Krisis Marawi sudah memasuki hari ke-135, dimulai ketika kelompok teroris mengepung Marawi dengan tujuan mendirikan khilafah. Pertempuran itu telah mengusir lebih dari 200 ribu penduduk setempat dan menewaskan 955 orang, yang kebanyakan merupakan militan.