Regional

Malaysia tak inginkan Zakir Naik, tapi sulit deportasi ke negara lain

Mahathir mengatakan tidak mendukung pidato kebencian, tetapi pemerintahnya juga berkomitmen terhadap aturan hukum dan pengadilan yang adil bagi siapa pun, termasuk warga non Malaysia

Pizaro Gozali İdrus   | 01.08.2019
Malaysia tak inginkan Zakir Naik, tapi sulit deportasi ke negara lain Ulama populer India Zakir Naik. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Pizaro Gozali 

JAKARTA 

Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengaku tidak menginginkan keberadaan ulama popular India Zakir Naik berada di negaranya.

Mahathir mengatakan tidak mendukung pidato kebencian, tetapi pemerintahnya juga berkomitmen terhadap aturan hukum dan pengadilan yang adil bagi siapa pun, termasuk warga non Malaysia.

“Kami memiliki populasi multi-ras, multi-agama di Malaysia. Kami tidak ingin siapa pun yang datang dan membahas pandangan ekstrem tentang ras dan agama lain,” ujar Mahathir saat melakukan wawancara khusus dengan media Turki TRT World.

Namun, Malaysia juga mengalami kendala untuk mendeportasi Zakir ke negara lain.

“Banyak negara tidak ingin menerimanya,” ujar Mahathir.

India sebelumnya kembali gagal dalam upaya ketiganya untuk meminta Interpol mengeluarkan Red Notice bagi Zakir Naik.

Interpol menolak permintaan India karena kurangnya bukti-bukti kesalahan yang dituduhkan kepada Zakir Naik.

“Ini adalah upaya ketiga pemerintah India yang gagal meyakinkan Interpol atas tuduhan kriminal terhadap Zakir,” ujar Interpol dalam sebuah pernyataan.

Pada kesempatan pertama, India juga gagal memberikan dakwaan dan bukti meyakinkan kepada interpol.

Sekretariat Komisi Pengendalian File Interpol mengatakan Zakir tidak dapat menjadi buruan interpol karena lemahnya tuduhan kepadanya.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın