Hayati Nupus
18 Mei 2020•Update: 18 Mei 2020
JAKARTA
Antrian pengunjung memadati sejumlah pusat perbelanjaan di Thailand yang mulai beroperasi pada Minggu, setelah dua bulan tutup karena pandemi Covid-19.
Mereka mengenakan masker, diminta untuk mendaftar sebelum memasuki lokasi, melewati pemeriksaan suhu tubuh, dan diingatkan untuk menjaga jarak fisik, demi mengurangi risiko gelombang kedua infeksi.
Secara umum operasi itu berjalan lancar, kecuali di IKEA di Bang Na, kutip the Bangkok Post.
Kerumunan besar terjadi sehingga outlet harus tutup untuk sementara.
Lewat laman Facebook, IKEA meminta maaf atas penutupan karena membludaknya pengunjung itu.
IKEA mengatakan harus membatasi jumlah pembeli demi mengikuti aturan jarak sosial.
Sejumlah kepadatan pengunjung dilaporkan ketika pembeli mencoba mendaftar lewat aplikasi ponsel pintar yang disebut Thai Chana.
Lewat aplikasi yang dikembangkan untuk meningkatkan keamanan pelanggan dan bisnis ini, calon pengunjung dapat melihat toko mana saja yang padat dan mana yang tak terlalu ramai.
Asisten Direktur Pemasaran Future Park Rangsit mengatakan pelanggan diminta untuk memindai kode QR agar mal dapat menghitung jumlah pengunjung.
Mal itu dapat menampung sekitar 28.000 pelanggan setiap dua jam.
“Jika jumlah pelanggan melebihi batas, kami akan meminta mereka yang di luar untuk menunggu,” kata dia.
Dia telah mengerahkan staf di sekitar mal untuk mengingatkan pelanggan agar menjaga jarak satu sama lain.
Inspektur Jenderal Kementerian Ekonomi Digital dan Masyarakat Polawat Witoolkollachit mengatakan per Minggu pukul 11.30, total 26.736 toko terdaftar untuk menggunakan aplikasi Chana Thailand dan 4.635 orang menggunakannya per menit.
Dia menjamin privasi pelanggan terjaga dan informasi yang diunggah hanya untuk mengendalikan penyakit.