Pizaro Gozali İdrus
04 September 2019•Update: 04 September 2019
JAKARTA
Pemerintah Filipina mulai menyediakan paket bantuan bagi 1.200 anggota Front Pembebasan Islam Moro (MILF) yang akan dinonaktifkan pekan ini di Sultan Kudarat, Maguindanao, lansir Philippines News Agency pada Rabu.
Presiden Rodrigo Duterte akan memimpin penonaktifan mantan anggota MILF pada 7 September di kota Sultan Kudarat.
Cezario Joel Espejo, direktur Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD), mengatakan bantuan tersebut berupa makanan, perlengkapan keluarga, paket kebersihan, perlengkapan rumah tangga, dan lain sebagainya.
"Setiap mantan kombatan juga akan menerima hibah mata pencaharian senilai PHP20.000 (sekitar Rp15 juta, red.) sebagai paket bantuan tambahan," kata Espejo.
"Mereka dapat menggunakan uang itu sebagai modal bisnis atau membangun kembali mata pencaharian," kata dia.
Sebagian dana bantuan itu diambil dari DSWD-12 karena Daerah Otonomi Bangsamoro dalam tahap transisi di bawah Undang-Undang Organik Bangsamoro yang mulai berlaku Januari lalu.
Penonaktifan kombatan, yang merupakan bagian dari program normalisasi di Filipina Selatan, secara khusus bertujuan mengubah mantan pemberontak menjadi anggota masyarakat yang produktif.
DSWD adalah salah satu lembaga pemerintah nasional yang terlibat dalam proses perdamaian di bawah regulasi khusus yang dikeluarkan Duterte.