Hayati Nupus
01 September 2020•Update: 01 September 2020
JAKARTA
Filipina melonggarkan pembatasan pertemuan keagamaan di Metro Manila, episentrum wabah Covid-19 di negara tersebut.
Juru bicara kepresidenan Harry Roque mengatakan tempat ibadah diperbolehkan untuk menerima jemaah dengan kapasitas maksimal 10 persen.
“Uskup kami akan senang, 10 persen jemaah dari total kapasitas penduduk diizinkan,” ujar Roque, kutip the Philippine Star, hari ini.
Roque mengatakan bahwa pelonggaran pembatasan di tempat ibadah ini berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh walikota Metro Manila.
Pelonggaran ini dilakukan setelah Presiden Rodrigo Duterte pada Senin malam mengumumkan bahwa Metro Manila akan tetap di bawah karantina masyarakat umum dalam 30 hari ke depan.
Begitu pula dengan Bulacan, Batangas, Kota Tacloban dan Kota Bacolod.
Sementara Kota Iligan di Mindanao Utara masuk dalam karantina komunitas ditingkatkan yang dimodifikasi.
Kasus Covid-19 di Filipina melampaui 220.000, tertinggi di Asia Tenggara.
Sebanyak 157.403 orang di antaranya telah pulih, sedangkan 3.250 lainnya meninggal.