Pizaro Gozali Idrus
08 Oktober 2020•Update: 09 Oktober 2020
JAKARTA
Ketua oposisi Malaysia Anwar Ibrahim akan bertemu dengan Yang Di-Pertuan Agong untuk menunjukkan bukti dirinya mendapatkan dukungan mayoritas parlemen sebagai perdana menteri baru.
“Saya ingin memberikan penghormatan karena Yang Mulia telah mengizinkan saya untuk bertemu pada hari Selasa, 13 Oktober 2020, InsyaAllah,” kata Anwar dalam pernyataannya pada Kamis.
Dalam pertemuan tersebut, Anwar mengaku akan menyampaikan pernyataan lengkap tentang dukungan mayoritas anggota parlemen sebagai syarat menjadi perdana menteri menggantikan Muhyiddin Yassin.
“Saya sangat berharap warga Malaysia terus tenang dan berdoa dari rumah atau tempat kerja, serta menghormati Aturan Tertib Pengendalian Gerakan Pemulihan (PKPP),” ucap dia.
Pada 23 September lalu, Ketua Pakatan Harapan, kelompok oposisi Malaysia itu mengklaim meraih dukungan mayoritas untuk menjadi perdana menteri.
“Saya memiliki mayoritas meyakinkan yang kuat dan kuat. Bukan mayoritas kecil,” kata Anwar Ibrahim dalam konferensi pers di Kuala Lumpur.
Anwar menyampaikan akan menemui Yang Di-Pertuan Agong atau Raja Malaysia untuk menyampaikan bukti-bukti dukungan kepadanya.
Namun dia tidak bisa bertemu saat itu karena Raja sedang terbaring di rumah sakit.
Dalam aturan politik Malaysia, diperlukan minimal 112 kursi anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan.
Koalisi oposisi Pakatan Harapan yang terdiri dari Partai Keadilan Rakyat, Parti Aksi Demokratik, dan Partai Amanah memiliki 91 kursi.
United Malays National Organisations (UMNO), partai terbesar di Malaysia dan bagian koalisi pemerintah, mengakui ada beberapa anggota parlemennya yang menyeberang ke kubu Anwar Ibrahim.
“Saya menghormati pendirian mereka,” ujar Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi pada 23 September lalu.