ISTANBUL
Amerika Serikat dan Iran disebut bersiap menggelar perundingan langsung yang jarang terjadi di Istanbul pada Jumat, di tengah meningkatnya ketegangan militer dan intensifikasi diplomasi kawasan untuk mencegah meluasnya konflik.
Sejumlah media Amerika Serikat, termasuk The Wall Street Journal dan The New York Times, melaporkan pada Senin bahwa pertemuan tersebut diperkirakan mempertemukan Utusan Khusus AS Steve Witkoff, menantu Presiden Donald Trump Jared Kushner, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Turkiye disebut menjadi tuan rumah pertemuan, dengan pejabat dari Qatar, Mesir, dan negara-negara kawasan lainnya juga diperkirakan terlibat.
Pembicaraan tersebut dilaporkan akan membahas sejumlah jalur paralel, termasuk program nuklir Iran serta tuntutan Amerika Serikat terkait rudal dan kelompok milisi di kawasan. Namun, kedua pihak dinilai masih memiliki perbedaan pandangan yang signifikan.
Presiden Trump menegaskan besarnya taruhan dari perundingan ini seiring dengan pengerahan kekuatan militer AS di kawasan. Pada Minggu, ia menyatakan bahwa kapal-kapal perang terbesar AS berada sangat dekat dengan wilayah tersebut dan berharap kesepakatan dapat tercapai.
Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran berpotensi memicu perang regional. Ia menyebut Amerika Serikat harus memahami konsekuensi jika konflik berskala luas terjadi.
Menurut laporan media AS, di balik layar para mediator dari Turkiye, Qatar, Mesir, Oman, dan Irak terus menyampaikan pesan antar pihak. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan AS Steve Witkoff juga disebut telah kembali melakukan kontak langsung melalui pesan singkat.
Iran dilaporkan memberi sinyal kesiapan untuk membatasi atau menangguhkan aktivitas nuklirnya dalam kerangka tertentu. Sejumlah opsi dari kesepakatan nuklir 2015, termasuk kemungkinan pemindahan uranium yang diperkaya ke Rusia, kembali dipertimbangkan oleh Teheran.
Para analis menilai dorongan diplomatik terkoordinasi di kawasan mencerminkan kekhawatiran akan instabilitas yang lebih luas. Direktur Program Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, memperingatkan bahwa serangan AS terhadap Iran berpotensi memicu kekacauan berupa arus pengungsi, militansi, dan ketidakstabilan yang sulit dikendalikan.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
