Nicky Aulia Widadio
11 September 2020•Update: 12 September 2020
JAKARTA
Seorang relawan uji klinis vaksin Sinovac positif terinfeksi Covid-19 setelah bepergian ke Semarang, Jawa Tengah.
Vaksin ini merupakan hasil pengembangan perusahaan China, Sinovac Biotech dan didatangkan ke Indonesia oleh PT Bio Farma.
Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Kusnandi Rusmil mengatakan relawan yang terinfeksi kini melakukan isolasi mandiri dan dalam pemantauan yang ketat.
“Selama sembilan hari pemantauan kondisi relawan dalam keadaan baik,” kata Kusnandi melalui keterangan tertulis, Jumat.
Kusnandi mengatakan relawan tersebut telah menjalani suntikan pertama dalam rangkaian uji klinis ini, kemudian bepergian ke luar kota. Pada suntikan kedua, relawan berada dalam kondisi sehat.
Namun setelah suntikan kedua, relawan menjalani tes usap melalui program pemerintah karena memiliki riwayat perjalanan ke luar kota.
Terkait efektivitas kekebalan dari vaksin, Kusnandi mengatakan hal tersebut belum dapat disimpulkan.
Pasalnya, tidak diketahui apakah relawan yang terinfeksi itu mendapatkan suntikan vaksin atau plasebo.
Dia melanjutkan, terdapat dua kelompok dalam uji klinik ini yaitu yang disuntikkan cairan vaksin dan yang disuntikkan plasebo.
Relawan yang disuntikkan plasebo akan menjadi pembanding terhadap relawan yang disuntikkan vaksin untuk mengetahui sejauh mana kandidat vaksin ini mampu membentuk kekebalan tubuh.
“Uji klinis ini dilakukan dengan prinsip observer blind/tersamar, sehingga tidak diketahui mana yang dapat plasebo dan mana yang dapat vaksin,” jelas dia.
Kusnandi menuturkan kekebalan relawan yang mendapatkan suntikan vaksin baru terbentuk setelah suntikan kedua.
“Sukarelawan uji klinis masih akan dipantau kesehatannya selama enam bulan pasca-suntikan terakhir,” kata Kusnandi.
Uji klinis tahap ketiga berlangsung sejak awal Agustus 2020 dan berlangsung selama enam bulan.
Sebanyak 450 orang relawan telah disuntik kandidat vaksin maupun plasebo.