Erric Permana
09 September 2019•Update: 10 September 2019
JAKARTA
Presiden Joko Widodo prihatin terhadap adanya gerakan serentak dari mahasiswa dan pelajar Papua yang menempuh pendidikan di luar Bumi Cenderawasih itu untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
Keprihatinan itu kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto disampaikan Presiden Joko Widodo setelah mendapatkan laporan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kepala BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan pada Senin.
Wiranto mengatakan exodus atau kembalinya mahasiswa ke daerah asal tersebut karena adanya kehawatiran orang tua pelajar atau mahasiswa mengenai tekanan dari masyarakat di luar Papua.
"Adanya kekhawatiran adanya tekanan atau perlakuan yang sewenang-wenang dari masyarakat sekitarnya terhadap anak Papua yang sedang belajar, sehingga karena kekhawatiran itu kemudian mereka menarik anak-anak mereka," kata Wiranto saat menggelar rapat koordinasi terbatas mengenai kondisi di Papua di kantornya pada Senin.
Wiranto tidak menjelaskan secara rinci mengenai jumlah mahasiswa yang kembali ke tanah Papua.
Kabar yang beredar, jumlahnya mencapai 200 orang mahasiswa di Jayapura, berasal dari Pulau Jawa, Manado, Sulawesi Utara, dan kota lainnya.
Meski demikian kata dia, pemerintah telah membantah mengenai isu yang beredar itu.
Mantan Panglima ABRI itu mengklaim mahasiswa dan pelajar Papua tersebut menyesal kembali ke rumahnya karena isu tersebut tidak benar.
"Dan mereka ingin kembali sekarang ke sekolah, asrama ke tempat mereka belajar," tambah dia.
Pemerintah pun akan menyiapkan pesawat Hercules untuk para mahasiswa Papua kembali ke tempat atau wilayah mereka menuntut ilmu.
Dia juga menjamin kepada mahasiswa Papua bahwa tidak ada tekanan ataupun perbuatan sewenang-wenang dari dari masyarakat di luar Papua.