Erric Permana
19 Mei 2020•Update: 19 Mei 2020
JAKARTA
Pemerintah menyatakan kajian terkait normal baru atau apa yang disebut pengurangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan rampung dengan protokol kesehatan dalam waktu dua pekan.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan pemerintah belum mengambil keputusan mengenai ketentuan masyarakat di bawah 45 tahun untuk beraktivitas kembali.
"Kita akan masih lihat sektor maupun daerah sehingga tentu belum ada jadwal yang ditetapkan dalam 2 minggu ini," kata Airlangga, pada Senin sore.
Pemerintah kata dia akan menyiapkan sistem penilaian untuk daerah yang bisa menerapkan normal baru.
Penilaian itu kata Airlangga terdiri dari lima tahap.
"Pertama krisis atau belum siap, level kedua juga belum siap berikut level substansial, moderat, dan rendah. Tentu moderat itu level dimana level bersiap untuk standar normal baru," jelas dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Muhadhir Effendy tengah mengkaji mengenai pengurangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memulihkan produktivitas dan menyesuaikan kondisi dengan era normal baru.
"Ketika pengurangan pembatasan dilakukan, misalnya ketika sudah dibolehkan restoran dibuka, maka tidak berarti seperti kondisi restoran sebelum ada Covid-19, itu yang disebut new normal itu kehidupan normal baru," kata Muhadjir.
Sejumlah protokol baru kata Muhadjir, nantinya akan diberlakukan mulai dari beribadah, berkumpul dan beraktivitas pada masa pandemi.
"Yang dimaksud new normal itu nanti boleh salat Jumat berjamaah, tapi cara berjamaahnya berbeda dengan sebelum ada new normal, itu perlu saya tekankan," pungkas dia.