Nicky Aulia Widadio
14 April 2020•Update: 15 April 2020
JAKARTA
Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadan 1441 Hijriah melalui telekonferensi pada Kamis, 23 April 2020.
Direktur Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan mekanisme telekonferensi dipilih karena situasi pandemi Covid-19 di Indonesia.
“Seiring kebijakan physical distancing dan sesuai protokol kesehatan, kita menghindari ada kerumunan. Sidang isbat akan memanfaatkan teknologi teleconference sehingga peserta dan media tidak perlu hadir di Kementerian Agama,” jelas Kamaruddin, melalui siaran pers, Selasa.
Menurut dia, masyarakat dapat menyaksikan tayangan sidang isbat melalui live streaming di laman resmi dan media sosial Kementerian Agama.
Sidang isbat akan dibagi dalam tiga sesi. Pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1141 Hijriah oleh anggota Tim Falakiyah Kemenag Cecep Nurwendaya.
Selepas Maghrib, sidang isbat akan digelar secara tertutup dan hanya dihadiri secara fisik oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Menteri Agama Fachrul Razi, serta beberapa pejabat Kemenag.
“Para tokoh ormas yang diundang, bisa mengikuti dan berdialog dalam proses sidang ini melalui meeting room online,” ujar Kamaruddin.
Menag Fachrul Razi kemudian akan menetapkan awal Ramadan setelah mendengar laporan dan masukan dari organisasi masyarakat.
Hasil sidang isbat, lanjut Kamaruddin, akan diumumkan secara terbuka oleh Menag melalui konferensi pers virtual.