07 Agustus 2017•Update: 08 Agustus 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Jemaah haji khusus asal Indonesia mulai berangkat ke Tanah Suci tanggal 7 Agustus hingga 27 Agustus 2017. Gelombang pertama berangkat pagi ini dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
"Untuk pemberangkatan pertama, 82 orang jemaah haji khusus berasal dari Surabaya,” ujar Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Muhajirin Yanis di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Tahun ini, Kementerian Agama mengalokasikan kuota jemaah haji khusus sebanyak 17.000. Namun kuota yang digunakan tahun ini mencapai 16.902 orang.
"Sisa kuotanya digunakan untuk petugas pembimbing dan kesehatan," ujar Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Muhajirin Yanis.
Muhajirin menjelaskan, kuota 17 ribu tersebut sudah merupakan jumlah ideal. "Kalau jumlahnya sedikit, antriannya makin panjang. Tapi kalau terlalu banyak pelayanannya, bisa tidak optimal," jelas dia.
Meski harus membayar lebih mahal dari haji reguler, jemaah haji khusus Indonesia tetap harus menunggu 2-3 tahun untuk bisa berangkat.
Pemerintah sendiri menetapkan biaya haji khusus sebesar USD 8000 per jemaah. Sementara biaya haji reguler hanya Rp35 juta dengan masa tunggu bisa mencapai 20 tahun.
Rombongan jemaah haji khusus akan diberangkatkan dari berbagai kota, antara lain Jakarta, Medan, Palembang, Makassar, Balikpapan, Surabaya, Solo, dan Semarang.
Muhajirin mengatakan, meskipun jemaah haji khusus menjadi tanggung jawab swasta selaku penyelenggara, Kementerian Agama tetap memberikan pengawasan.
"Kegiatan pelepasan perdana jamaah haji khusus oleh Kementerian Agama menunjukkan jemaah haji khusus tetap jadi tanggung jawab pemerintah yang terus memantau pelaksanaannya," terang dia.
Kementerian Agama juga menghimbau penyelenggara agar memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pelaksanaan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali mengatakan, antrian haji khusus tidak bisa dihindari karena besarnya minat masyarakat untuk berhaji melalui jalur ini.
"Karena besarnya peminat, kita selalu meminta penyelenggara untuk terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Kementerian Agama untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah," tukas dia.