Erric Permana
03 Agustus 2018•Update: 04 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebut ada fenomena baru dalam situasi politik jelang Pemilu 2019.
Fenomena baru tersebut kata dia yakni penggunaan isu Suku Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) untuk komoditas politik.
"Ada keinginan untuk membawa kekuatan yang berbau sara dijadikan instrumen untuk adu popularitas, untuk dapat dukungan publik," ujar Wiranto di kantornya pada Jumat.
Menurut dia, digunakannya SARA dalam politik bakal memecah belah masyarakat. Dia juga mengakui kondisi politik jelang Pemilu memanas.
"Sehingga tidak perlu panas klo dalam pelakanaaannya masing-masing pihak yang berkaitan dengan masalah pemilu ini melaksanalan tugasnya dengan baik," tambah dia.
Dia meminta semua pihak untuk bersama-sama menciptakan kondisi Pemilu yang beretika. Dia juga meminta agar semua pihak untuk tidak menebarkan fitnah dan juga tidak membuka aib satu sama lain.
"Yang berjalan bukan adu fitnah dan bukan adu saling menjelekkan, bukan adu untuk membongkar aib seseoranag atau adu otot atau kita adu hoax, adu ujaran kebencian, tapi yang kita tampilkan ke publik bagaimana kita mengadu kualitas," jelas Mantan Panglima ABRI itu.