Nicky Aulia Widadio
13 Maret 2019•Update: 14 Maret 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menerima serangan siber dari peretas baik dari dalam dan luar negeri.
Ketua KPU Arief Budiman mengatakan serangan siber dilakukan oleh individu dengan IP address yang berasal dari berbagai lokasi.
Dia menegaskan tidak pernah menyebut negara tertentu terlibat dalam serangan siber tersebut.
“Bukan China dan Rusia, itu hacker individu. IP address-nya datang dari banyak tempat, ada yang datang dari domestik ada yang internasional,” kata Arief sebelum rapat dengar pendapat dengan DPR di Jakarta, Rabu.
Namun, Arief belum bisa memastikan siapa pelaku di balik serangan siber tersebut.
“Orang di belakang pengguna IP address itu bisa saja orang Indonesia, orang dari luar negeri atau dari mana pun,” sambung dia.
KPU, sambung dia, terus berupaya menghalau serangan siber tersebut.
Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan serangan siber bertujuan mengetahui data yang dimiliki oleh KPU atau karena ada pihak yang tidak suka dengan KPU.
KPU sudah bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri untuk bisa mengungkap pelaku peretasan.