Maria Elisa Hospita
24 Mei 2018•Update: 25 Mei 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Perusahaan keamanan siber pada Rabu memperingatkan bahwa peretas telah meretas sekitar 500ribu router dan perangkat lainnya di seluruh dunia dalam sebuah kampanye yang diperkirakan menargetkan Ukraina.
Pemerintah Ukraina dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) di Amerika Serikat telah menuding Rusia sebagai penyebab di balik serangan siber.
Seorang pengamat dari Talos, perusahaan sistem komputer Cisco divisi keamanan siber, mengatakan bahwa malware yang disebut VPNFilter telah meretas sejumlah perangkat di 54 negara.
"Kami juga telah mengamati VPNFilter, malware yang berpotensi merusak, yang aktif menginfeksi host Ukraina," kata Talos dalam sebuah pengumuman.
Serangan itu diduga berkaitan dengan hari libur nasional di Ukraina, Hari Konstitusi, yang jatuh pada bulan depan, atau pertandingan final UEFA Champions League yang akan berlangsung di Kiev pada 26 Mei
Badan Keamanan Ukraina (SBU) memperingatkan peretasan besar-besaran terkait dengan VPNFilter yang akan terjadi menjelang pertandingan.
Malware tersebut menargetkan router dan sistem lain yang tidak memiliki perlindungan keamanan siber. VPNFilter diperkirakan mampu mematikan perangkat dan menghapus perangkat lunak lain.
"Karena malware dapat mempengaruhi perangkat satuan atau beberapa perangkat sekaligus, VPNFilter berpotensi untuk memutus akses internet ratusan ribu pengguna," jelas DHS pada Rabu.
Sejak Rusia menganeksasi Krimea empat tahun lalu, pemerintah telah menderita sejumlah serangan siber yang berdampak pada Ukraina.