Hayati Nupus
26 September 2019•Update: 27 September 2019
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengungkapkan korban tewas setelah gempa berkekuatan M 6,8 yang mengguncang Maluku hari ini bertambah menjadi 20 orang.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan enam orang di antaranya adalah warga Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, tiga masing-masing dari Desa Waai dan Waisama, Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Masih ada dua orang yang belum terungkap identitasnya,” ujar Agus, Kamis, dalam keterangannya.
Selain itu, lanjut Agus, terdapat sekitar 100 orang korban terluka di Desa Liang, dan satu korban terluka berat di Desa Waisama.
Agus mengatakan setidaknya 65 rumah rusak akibat gempa, 15 di antaranya rusak berat.
“Itu belum termasuk kerusakan rumah di Dusun Wainuru dan Tanah Mereah, Kabupaten Maluku Tengah,” ujar Agus.
Gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti kampus, rumah ibadah, jembatan, dan perkantoran.
Juga Gedung Rektorat, auditorium dan gedung kuliah jurusan Kehutanan, serta kampus Institute Agama Islam Negeri Ambon.
Gempa bumi bermagnitude M 6,8 mengguncang Maluku dengan keras pada hari ini pukul 06.48 WIB.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 40 km timur laut Ambon, dengan kedalaman 10 km. Gempa tak berpotensi tsunami.
Gempa susulan sempat terjadi dengan kekuatan M 5,6 pada pukul 07.39 WIB.
Gempa kedua itu berlokasi di 18 km timur laut Ambon, dengan kedalaman 10 km.