Nicky Aulia Widadio
16 Juli 2020•Update: 16 Juli 2020
JAKARTA
Korban meninggal akibat banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan bertambah menjadi 29 orang hingga Kamis siang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Mustari mengatakan pencarian terhadap korban yang diduga hilang juga masih berlangsung.
"Korban meninggal yang masih pencarian 10 orang,” kata Masturi kepada Anadolu Agency, Kamis.
Menurut Masturi jumlah korban yang diduga hilang terus berubah karena berbasis laporan warga.
Banjir bandang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi pada Senin membuat Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan mencatat lebih dari 15 ribu orang terdampak banjir.
Mereka berada di enam kecamatan yang terdampak, yakni di Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.
Sebanyak 655 orang masih mengungsi hingga Rabu sore.
Selain itu, 4.930 rumah terendam, 10 rumah hanyut, 213 rumah tertimbun, jembatan antardesa terputus dan jalan lintas provinsi tertimbun lumpur hingga 4 meter.
Jalan lintas provinsi yang tertimbun material lumpur juga mempersulit akses ke lokasi terdampak sehingga petugas harus memutar sejauh 10 kilometer.