JAKARTA
Hasan Hidayat, 23 tahun, beruntung telah kembali ke Indonesia, beberapa hari sebelum pemerintah China mengisolasi Wuhan dan kota lainnya di Provinsi Hubei, karena epidemi virus korona yang mematikan.
Selepas merampungkan ujian akhir di semester pertama, mahasiswa pascasarjana program studi Administrasi Bisnis Wuhan University of Technology ini memilih untuk pulang ke Indonesia dan berkumpul bersama keluarga di Ciputat, Tangerang.
“Beberapa hari setelah saya sampai Indonesia, Kota Wuhan diisolasi,” ujar Hasan, kepada Anadolu Agency.
Anak bungsu dari tiga bersaudara ini tiba di Indonesia pada 18 Januari, besama kedua temannya sesama mahasiswa di Wuhan yang berasal dari Jabodetabek.
Wuhan dalam kepungan virus korona
Sebelum kembali ke Indonesia, Hasan tengah menghadapi musim dingin di Kota Wuhan. Suhu udara mencapai enam derajat celcius, terhitung lebih hangat ketimbang biasanya yang sampai 2-4 derajat.
Di musim dingin, ujar Hasan, orang-orang rentan terkena flu.
Meski virus korona baru telah menjangkiti sejumlah orang di Wuhan sejak akhir Desember 2019, tutur Hasan, namun kondisi waktu itu belum seheboh seperti sekarang.
Orang-orang mengenakan masker berdasarkan imbauan pemerintah setempat, namun mereka masih beraktivitas seperti biasa. Mahasiswa tetap ke kampus, para pekerja tetap berangkat ke kantor dan para pedagang memenuhi pasar.
Beberapa hari setelah Hasan mendarat di Indonesia, pemerintah China mengisolasi 14 kota di Provinsi Hubei, termasuk Wuhan. Warga dilarang untuk keluar masuk 14 kota itu agar virus korona yang terus mewabah segera tertangani.
Wuhan juga menjadi sorotan internasional karena virus korona baru menewaskan lebih banyak orang dan menjangkiti warga negara lain.
Hingga saat ini Komisi Kesehatan Nasional China mencatat virus korona baru telah menewaskan 170 orang di negara itu, dengan 7.736 kasus.
“Sebelumnya kami tidak memprediksi kasusnya akan semassif ini,” ujar Hasan.
Kondisi WNI di Wuhan
Meski telah berada di Indonesia, Hasan terus berkomunikasi soal kondisi terkini dengan WNI yang ada di Wuhan.
Tak seperti Hasan yang dapat pulang ke Indonesia selepas ujian akhir semester, sejumlah mahasiswa tetap bertahan di Wuhan karena harus segera menyelesaikan tugas akhir.
Kepada Hasan, mereka bercerita bagaimana pengalaman terisolasi di negeri orang. Mereka harus menimbun makanan dan dilarang untuk keluar asrama.
Beberapa mahasiswa membuat dapur bersama untuk memenuhi kebutuhan penghuni asrama.
“Kondisi psikis teman-teman berbeda, ada yang mentalnya kuat, ada yang khawatir,” tutur Hasan.
Mereka juga menceritakan bagaimana kampus mendukung agar mahasiswa internasional tak turut terinfeksi. Ada kampus yang rutin menyuplai masker ke asrama setiap hari.
Kampus lain bahkan rutin mendistribusikan makanan ke asrama-asrama.
Ada pula kampus yang rutin memberikan informasi kapan toko buka, agar mahasiswa tetap memperoleh pasokan logistik.
Rencana kembali ke Wuhan
Hasan belum tahu kapan akan kembali ke Wuhan. Menurut jadwal sebelumnya, aktivitas akademik di Wuhan University of Technology akan kembali aktif pada 23 Februari mendatang.
Hasan juga telah memiliki tiket kembali untuk penerbangan pertengahan Februari. Namun tiba-tiba maskapai membatalkan tiket itu secara sepihak, seiring wabah korona yang kian membesar dan isolasi Kota Wuhan. Maskapai telah menginformasikan bahwa dana akan dikembalikan.
“Masih menunggu situasi kondusif dulu, setelah situasi mereda baru kembali belajar di Wuhan,” kata Hasan.
Ketua PPIT Wuhan Nur Musyafak mengatakan ada 245 WNI di Provinsi Hubei, yang tersebar di Wuhan, Xianning, Huangshi, Jingzhou, Enshi, Yichang dan Songzi.
“Mereka dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit virus korona baru,” ujar Nur.
Meski begitu, lanjut Nur, mereka tetap berharap untuk segera dievakuasi. “Karena kemampuan mereka terbatas,” ujar Nur.
KBRI Beijing sudah menyuplai dana agar WNI dapat membeli logistik untuk kebutuhan sehari-hari seperti masker dan bahan makanan.
Menyusul Badan Nasional Penanganan Bencana yang mengirimkan masker agar WNI yang ada di sana tak tertular virus korona.
Sementara Kementerian Luar Negeri tengah berupaya agar WNI yang ada di Hubei dapat segera dievakuasi.
news_share_descriptionsubscription_contact
