Nicky Aulia Widadio
15 Oktober 2020•Update: 16 Oktober 2020
JAKARTA
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan 136 dokter telah meninggal selama pandemi Covid-19.
Wakil Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Ari Kusuma Januarto mengatakan ada sembilan dokter yang meninggal pada Oktober, empat orang di antaranya meninggal dalam pekan ini.
Dokter yang meninggal terdiri dari 71 dokter umum, 63 dokter spesialis, serta 2 residen.
Kasus kematian dokter paling tinggi terjadi di Jawa Timur (32 dokter), Sumatra Utara (23 dokter), dan Jakarta (19 dokter).
“Sudah ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar Covid 19 - ini adalah situasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini,” kata Ari melalui siaran pers, Kamis.
Ari menuturkan setiap tenaga medis memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerja mereka.
Dia melanjutkan, perlu ada kerja sama yang menyeluruh antara pemerintah dan masyarakat untuk menekan angka penularan.
“Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerja sama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan,” kata dia.
IDI meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan secara serius agar mengurangi risiko penularan dan beban tenaga kesehatan di rumah sakit.
Selain dokter, sejumlah perawat dan dokter gigi juga meninggal akibat terinfeksi Covid-19.
Pada akhir September lalu, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat ada 92 perawat yang meninggal dan Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) melaporkan sembilan dokter meninggal.