Zehra Ulucak
ANKARA
Kementerian Luar Negeri pada hari Sabtu membantah laporan bahwa warga Afrin diduga tidak diizinkan kembali ke rumah mereka.
"Juru bicara Departemen Luar Negeri AS telah membuat pernyataan tidak menguntungkan berdasarkan asumsi yang belum dikonfirmasi di bawah pengaruh kampanye kotor organisasi teroris PYD / YPG dalam konferensi pers pada 3 Mei," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan.
Heather Nauert dari Departemen Luar Negeri AS menuding warga Afrin "tidak diizinkan kembali ke rumah dan komunitas mereka"; namun sumber-sumber di lapangan menolak klaim tersebut dan mengatakan kembalinya penduduk setempat ke rumah mereka terus di daerah-daerah yang telah dibersihkan dari ranjau dan bahan peledak rakitan.
"Pertama-tama, itu adalah PYD / YPG yang mencegah orang-orang lokal kembali ke Afrin," kata Aksoy.
Dia menyebut, PYD / YPG berusaha untuk menghasilkan bahan baru dalam kampanye kotornya terhadap Turki, sementara faktanya adalah bahan peledak dan ranjau yang ditanam oleh kelompok teror merupakan ancaman bagi warga dan mencegah mereka kembali ke rumah.
"Turki melanjutkan upaya untuk menormalkan situasi di Afrin dan untuk memfasilitasi pengembalian yang aman dari masyarakat lokal," tambah Aksoy.
"Situasi kemanusiaan di Afrin yang [digambarkan sebagai] 'keprihatinan mendalam' di bawah keadaan saat ini sangatlah tidak berdasar. Masalah sebenarnya dari kekhawatiran di Suriah utara adalah kerja sama yang sedang berlangsung antara negara-negara yang kita anggap sebagai sekutu kita dan teroris PKK / PYD / YPG ."
Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari tahun ini untuk membersihkan kelompok teroris YPG / PKK dan Daesh dari Afrin, di tengah meningkatnya ancaman dari wilayah tersebut.
Operasi tersebut dilaksanakan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak membela diri di bawah piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, menurut militer Turki.
Pada 18 Maret, pasukan Turki dan anggota Tentara Pembebasan Suriah membebaskan kota Afrin, tepatnya di hari ke 58 operasi.