01 Desember 2017•Update: 03 Desember 2017
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Pentagon akan menarik pasokan senjata PKK/PYD yang mengancam Turki, Kamis.
“Kami akan menarik senjata yang mengancam sekutu kami, Turki,” kata Juru Bicara Pentagon untuk Urusan Timur Tengah, Eric Pahon.
Pahon mengatakan dia tidak memiliki wewenang untuk menyebutkan jumlah senjata tersebut.
“Turki memiliki inventarisnya,” kata dia.
PYD dan sayap militernya YPG adalah jaringan teroris PKK cabang Suriah yang telah mengobarkan perang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun dan membunuh ribuan nyawa.
PKK terdaftar sebagai organisasi teroris di Turki, AS dan Uni Eropa. Lebih dari 40.000 orang tewas atas teror PKK terhadap Turki.
Menanggapi pertanyaan apakah AS akan menarik peralatan lain seperti bulldozer, humvees, penggali bahan peledak dan ranjau, Pahon mengatakan peralatan yang tidak menimbulkan bahaya tidak akan ditarik.
"Mereka bukan peralatan tempur,” tambah dia.
Selain kendaraan lapis baja tipe MRAP, kata Pahon, AS juga akan menarik senapan mesin, peluncur roket dan senjata lainnya yang bisa "menghancurkan kendaraan lapis baja".
Menurut laporan anggaran Pentagon yang diperoleh Anadolu Agency pada awal Juni, militer AS menyediakan senjata untuk PKK/PYD.
Senjata tersebut termasuk 12.000 Kalashnikov, 6.000 senapan mesin, 3.500 senapan mesin berat, 3.000 RPG-7 buatan AS dan 1.000 AT-4 buatan AS atau pesawat tempur anti-tank SPG-9 buatan Rusia.
Sejak saat itu, langkah AS yang terus mempersenjatai PKK/PYD mendapat kritik keras dari Turki.