Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Agustus 2018•Update: 14 Agustus 2018
Cuneyt Celik
KARS, Turki
Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengungkapkan bahwa Turki telah menggali sebagian besar dinding situs arkeologi Ani, yang juga dikenal sebagai "kota dunia" dan "tempat lahir peradaban" di timur laut Turki.
Menurut situs UNESCO, Ani, yang berada di sebelah perbatasan tertutup dengan Armenia, adalah ibu kota kerajaan Armenia, Bagratides, pada abad ke-10.
"Kota abad pertengahan ini merepresentasikan struktur pemukiman, agama dan militer, karakteristik urbanisme abad pertengahan yang dibangun selama berabad-abad oleh dinasti Kristen dan kemudian dinasti Muslim," katanya.
"Situs ini menyajikan tinjauan komprehensif tentang evolusi arsitektur abad pertengahan melalui contoh-contoh dari hampir semua inovasi arsitektur yang beragam di wilayah tersebut antara abad ke-7 sampai 13," katanya.
UNESCO menambahkan kota kuno ini ke dalam daftar Warisan Dunia pada 2016.
"Jumlah wisatawan meningkat 300 persen setelah Ani ditambahkan ke daftar warisan budaya UNESCO," kata Direktur Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kars Hakan Doganay kepada Anadolu Agency.
Profesor Fahriye Bayram dari Departemen Arkeologi Universitas Pamukkale mengatakan, "Kami telah melakukan penggalian sejak 2012 di Ani. Sebagian besar tembok digali baru-baru ini."
"Gundukan tanah biasanya turun menjadi 5-6 meter. Oleh karena itu, pekerjaan penggalian akan sedikit melambat. Kami membersihkan benteng dan tembok," Bayram menambahkan.