Nilay Kar Onum
26 Januari 2018•Update: 26 Januari 2018
Nilay Kar Onum
ISTANBUL
Turki dan Austria mengupayakan untuk memperbaiki hubungan setelah hubungan keduanya memanas selama berbulan-bulan, kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Kamis.
Dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Austria Karin Kneissl, Cavusoglu menyatakan: "Kami telah sepakat untuk memperbaiki hubungan".
Sejak 2016, hubungan kedua negara tegang karena otoritas Austria memberlakukan pembatasan bagi politikus Turki yang ingin melaksanakan kampanye di Austria jelang referendum di Turki. Kampanye tersebut ditujukan bagi warga negara Turki yang tinggal di Austria.
Ankara juga mengecam pemerintah Austria atas kebijakan-kebijakan integrasi yang dianggap mengekang, retorika populis, dan kegagalan dalam mengambil sikap untuk memerangi rasisme dan Islamofobia.
Dalam kesempatan tersebut, Cavusoglu juga menanggapi pertanyaan mengenai usulan Amerika Serikat (AS) untuk membentuk zona aman 30 kilometer di barat laut Afrin, Suriah.
"Kami perlu membangun kembali kepercayaan kami terhadap AS sebelum membahas zona aman di Suriah atau isu-isu serius lainnya," ujar dia.
Menurut seorang sumber dari diplomatik, di sela-sela pertemuan para menlu yang digelar di Paris, Selasa, Cavusoglu sempat menemui Menlu AS Rex Tillerson. Isu Afrin menjadi bahasan utama dalam pertemuan tersebut.
Tillerson mengusulkan pembangunan zona aman sepanjang 30 kilometer di barat laut Afrin, Suriah, untuk mengatasi masalah keamanan Turki.