21 Agustus 2017•Update: 22 Agustus 2017
Pizaro Gozali Idrus
Kementerian Agama menggelar sidang itsbat penetapan awal Zulhijjah 1438 Hijriah, Selasa (22/8) besok, di Jakarta.
Dalam sidang ini, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam akan menggunakan metode rukyatul hilal dan hisab.
“Ormas Islam akan kita undang dalam sidang itsbat besok, termasuk Muhammadiyah,” kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin, kepada Anadolu Agency, Senin di Jakarta.
Rukyatul hilal di seluruh Indonesia akan dilaksanakan Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota. Mereka bekerjasama dengan peradilan agama, ormas Islam dan instansi setempat.
“Hasil rukyatul hilal dan data hisab posisi hilal awal Zulhijjah 1438 H akan dimusyawarahkan untuk menentukan awal Zulhijjah 1438 H,” terang Amin.
Sidang besok rencananya menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain: Duta Besar Negara-negara Sahabat; Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dan lembaga-lembaga lainnya.
“Termasuk Yang Mulia Dubes Turki akan kita undang,” tutup Amin.